[Celoteh Santri] Pelanggar Bahasa di Rayon

Untuk meningkatkan kinerja bagian bahasa OSDN 2008–2009 maka para mudabbir seluruh rayon pada umumnya juga harus membantu, apalagi bagian bahasa rayon itu sendiri. Bagian bahasa rayon pun diperbolehkan untuk menghukum para pelanggar bahasa di rayon–rayon demi kemajuan bahasa resmi di Pondok Pesantren Darunnajah.

Bagian bahasa rayon biasanya menyuruh salah satu anggota rayonnya untuk menjadi jasus, dan setiap jasus rayon harus memberikan nama–nama para pelanggar bahasa kepada bagian bahasa rayon setiap setelah shalat ashar. Biasanya para bagian bahasa rayon menulis nama–nama para pelanggar bahasa di papan pengumuman rayon ketika seluruh santri berangkat ke Masjid untuk menunaikan shalat masjid yaitu pada waktu sebelum shalat maghrib.
Seluruh santriwan pun berdebar–debar hatinya dan bertanya-tanya "apakah ane mukhalif atau tidak?". Setelah para santri membaca Al-Qur'an di Masjid setelah shalat maghrib, maka langkah demi langkah untuk segera makan di tempat makan atau yang sering kita bilang math'am.  Setelah itu pun para santri kembali ke kamar mereka masing-masing untuk mengambil buku mufradat, sebelum melangkah ke kamar maka para santri pun melihat nama-nama para pelanggar bahasa hari ini, santri yang ada namanya harus lapang dada dan ikhlas hati walaupun dalam hati masih berkata "siapa lagi jasusnya ?".
Untuk para santri yang tidak ada namanya maka dalam hati mereka pun berkata "Alhadulillah ane nggak kena!". Dan barang siapa jasus yang tidak menyerahkan nama-nama pelanggar bahasa maka ia harus siap untuk menjadi mukhalif selanjutnya. Biasanya di rayon-rayon ketika para santri naik ke atas rayon terdengarlah suara para bagian bahasa rayon berteriak "Aina Mukhalif? Mukhalif IJtima". Maka saran saya untuk seluruh santri Darunajah untuk tidak berbicara dengan bahasa yang kotor dan juga LG. dan pesan terakhir dari saya  YOUR LANGUAGE IS YOUR FUTURE!