[Celoteh Santri] MARI BERSYUKUR

[Celoteh Santri] MARI BERSYUKUR
oleh : Muhammad Borneo Verando

Kita gak akan pernah merasakan nikmatnya nafas, kalau belum pernah mengalami sesak nafas atau bahkan kritis. Dalam hal sepele pun, kita gak akan pernah merasakan nikmatnya air, kalo kita belum pernah mengalami kehausan. Intinya, kita gak akan pernah merasakan nikmatnya hidup, kalo belom pernah mengalami keterpurukan.

Ya begitulah, terkadang dalam suatu hal yang sering kita abaikan, tersimpan nikmat yang tak terduga.

Nikmat itu karunia dari Allah yang harus kita syukuri. Sadar gak? Selama ini, kita bersyukur, mungkin, cuma kalo lagi dapet yang enak-enak aja. Bener? Padahal dalam hal yang tidak kita sukai pun, terdapat banyak poin yang harusnya kita syukuri.

Seperti contoh kecil, waktu kita lagi kelaperan. Lapar itu gak enak. Tapi, kalo bukan karena laper, sedikit kemungkinan kita untuk inget sama Allah. Iya gak sih? Bukannya itu sebuah kenikmatan?

Atau ketika kita sakit dan dirawat di rumah sakit. Apalagi ini, hal ini nih paling gak enak. Tapi, kalo bukan karena sakit, sedikit juga kemungkinan, perhatian semua orang yang kita sayangi tertuju pada kita secara intens. Dan bahkan, kalo bukan karena sakit, kerabat kita dari jauh pun sedikit kemungkinan untuk datang. Sekali lagi, bukankah itu sebuah kenikmatan?

Semua dalam kehidupan ini adalah nikmat. Datang dari keadaan bagaimana pun, baik menyenangkan atau enggak. Nikmat selalu tersimpan di balik hal-hal tak terduga di dalam hidup kita. Cuma, kebanyakan dari kitanya aja yang gak sadar.

Sebagai makhluk yang diciptakan, kita harus lebih peka terhadap hikmah dan nikmat yang terkandung dalam takdir yang telah dibuatkan oleh Sang Pencipta untuk kita. Mencoba bersyukur dalam setiap momen. Apapun caranya. Toh, Allah akan menambahkan nikmat bagi orang-orang yang bersyukur. Tapi, bagi yang meningkari, baginya azab yang teramat sangat pedih.

Anggap aja, kayak, kita bersyukur sebagai bayaran atas ‘fasilitas’ yang Allah telah berikan pada kita. Selagi bersyukur itu gratis, kenapa enggak dicoba?