[Celoteh Santri] Kunjungan Tamu dari Singapura

[Celoteh Santri] Kunjungan Tamu dari Singapura
Oleh Imam Khairul Annas
Santriwan kelas V TMI Darunnajah

Hari Sabtu (24/4) Pondok Pesantren Darunnajah kedatangan tamu dari Singapura, mereka semua adalah guru-guru yang ingin mengetahui lebih banyak tentang sistem pendidikan islam di Indonesia dan juga tentang kepesantrenan. Mereka berjumlah 3 orang, yaitu Miss Leah Aw, Miss Ruby dan Miss Huileng Tan, kesemuanya perempuan. Menurut jadwal, mereka seharusnya sudah datang sekitar pukul 11.00 WIB, namun mereka sampai ke Darunnajah pada pukul 12.00 WIB, tepat setelah para santri menunaikan ibadah shalat dhuhur. Mereka pun langsung menuju ke Baitul Wakif, dan disambut oleh Bagian Penerimaan Tamu Putri, setelah itu mereka dan seluruh santriwan dan santriwati yang berdialog bersama tamu pun ikut menyantap jamuan makan siang bersama para tamu di Baitul Wakif. Sambil menonton film tentang Darunnajah, baik versi Inggris maupun versi Indonesia.

Setelah itu, para santri yang kurang lebih berjumlah 11 orang ini menunggu tamu di Ruang Utama Baitul Wakif, karena para tamu tersebuts sedang berdialog di Ruang Tamu Baitul Wakif bersama Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Ust. H. Sofwan Manaf, M.Si, Usth. Hj. Rizma Ilfi, Usth. Sarah, dan Ketua Biro Pengasuhan Santri, Ust. H. Agus Sugianto, S.Ag, MM. Dialog yang cukup santai dengan pembahasan pendidikan di Indonesia dan Singapura kurang lebih berlangsung selama 30 menit. Acara dilanjutkan dengan berjalan-jalan santai mengelilingi pesantren. Mereka mengunjungi GOR, Basement dan juga Asrama Putri. Selain itu, mereka juga melihat kegiatan kepramukaan, yang mana memang waktu Sabtu siang merupakan waktu dimana santri mengikuti kegiatan pramuka.

Setelah itu mereka menuju Taman, Kelas, Gedung Rektorat, dan sekitarnya, serta memasuki Laboratorium Bahasa Arab dan Laboratorium Bahasa Inggris. Bukan hanya itu, mereka juga memasuki Kolam Renang Indoor yang berada di Gedung Syanggit, hingga meneruskan perjalanannya melewati Lapangan Futsal, Lapangan Basket, dan depan Alfamart, hingga kembali ke Baitul Wakif. Setelah sampai di depan Baitul Wakif, Para santri yang sudah berkeliling bersama mereka pun ikut bercakap-cakap santai membahas pendidikan dan lain-lain, mereka pun menanyakan apa cita-cita para santri di masa yang akan datang, ada yang menjawab ingin menjadi politikus, ada yang ingin menjadi dokter dan ada juga yang ingin menjadi progamer komputer, dan lain sebagainya. Setelah itu para santri bersalam-salaman dan berpamitan dengan mereka. Mereka pun kembali ke penginapan mereka diantar dengan 2 orang Bagian Penerimaan Tamu Putri. Mereka semua guru yang mengajar sekolah setingkat SMA di Negara Singapura, salah seorang dari mereka sudah menjadi Master lulusan Harvard. Mudah-mudahan para santri dapat memetik ilmu yang banyak dari mereka, dan mudah-mudahan para santri bisa mendapat beasiswa untuk belajar di Singapura.