[Celoteh Santri] Kecelakaan Yang Tidak Disengaja (sadari)

[Celoteh Santri] Kecelakaan Yang Tidak Disengaja (sadari)
oleh : Wihenny Rizki Nasution

 
Suatu hari dimana ada sebuah tragedi anak sekolah, bahakan yang berstatuskan sebagai santri di sebuah pondok pesantren. Kejadian itu dimulai atau berawal dari sesuatu yang membuat anak itu sendiri merasa jenuh. Karena kejenuhan mereka itulah yang membuat mereka menjadi lupa akan apa yang mereka lakukan.
Langsung pada inti ceritanya.
 
            Ada 7 orang santriwati (termasuk saya) yang ingin pergi ke suatu tempat pada hari libur sekolah, kita pergi tepatnya pada hari jum'at siang. Lalu kita meminta izin pada pengurus (BAGIAN BIRO PENGASUHAN SANTRI). Setelah diberikan izin, baru kita berangkat ke tempat tujuan. Di depan gerbang kita lapor terlebih dahulu kepada keamanan yang berjaga di pos.
Tempat tujuan yang pertama adalah warnet. Biasalah tempat dimana anak-anak muda suka nongkrong. Karena era globalisasi dan seiring dengan zaman yang semakin maju, terhubunglah kita dengan koneksi yang dapat menghubungkan kita pada dunia maya.
Tak terasa sejam berlalu, sampai kita ingat akan waktu yang diberikan pada kita.
Selang beberapa menit kemudian, datanglah seorang teman kita yang bernampilan beda layaknya anak luar. Dia sudah pulang dari kemarin dan Ia berfikiran untuk pulang hari ini pada sore hari.
 
            Ia bersama seseorang ingin mengajak kita ke suatu tempat yang tidak Ia jelaskan ada apa. Ternyata feeling saya merasa tidak nyaman. Saya dan kawan-kawan memutuskan untuk tidak ikut dengannya. Tapi ada yang anak yang berpendapat lain dengan niat baik kita. Mereka tidak setuju apabila kita pergi ke tempat yang berbeda tujuan. akhirnya kita musyawarah untuk tidak ada kerusuhan. Mereka yang ingin ikut dengan teman saya tadi, memilih lebih baik ikut . Dan kita berempat lebih memilih nyari selamat. Semua terasa cepat dan berlalu begitu saja. Tapi saya merasa kehilangan tanggung jawab yang sudah diberi kepercayaan untuk menjaga temen-teman untuk tetap bersama dengan kita. Selain kita tidak ingin cari masalah, kita juga ingat dengan waktu yang telah diberikan. saya bersama teman yang ada memutuskan untuk kembali ke pondok.
 
           Di pos kita ditanya. Kita hanya dapay menjawab, " Kita hanya ingin tepat waktu dan tidak ingin membuat masalah."
Malam pun tiba, ternyata teman-teman yang tadi pergi bersama dengan kita belum pulang. keesokan harinya sepulang dari sekolah, saya ingin memberiyahukan sesuatu pada bagian keamanan yang pada saat itu tugas bagian OSDNS. Lalu saya datang ke kamarnya dan langsung menceritakan kronologinya. Sebelum saya ingin bercerita, kk keamannya sudah menanyakan terlebih dahulu pada saya. Dan ia meminta keterangan yang jelas. Tapi jawaban saya, " kami tidak tahu apa-apa k tentang hal itu" , Saya pun tidak tahu kemana perginya teman-teman saya sendiri. Setelah saya menceritakan semua kronologinya, teman saya pun berkata kalau dia tahu keberadaan teman saya yang belum pulang itu. Mereka sudah terbilang kabur, tapi masih banyak yang harus di cari tahu asal-usul kejadian yang membuat mereka seperti itu.
 
Besoknya mereka semua yang telah sampai kembali di asrama mereka, bagian keamanan pun langsung menanyakan keprgian mereka yangmenyebabkan orang-orang bingung mencari dimana keberadaan mereka.
Setelah mereka menjelaskan semuanya, merekapun langsung disidang. Setelah penyidangan selesai, mereka harus siap untuk menerima hukuman yang telah menjadi pertanggung jawaban mereka. Akhirnya, setelah adanya tragedi tersebut, kita smua haya dapat mengambil hikmahnya. Meskipun ketua kelas dan seluruh guru-guru, bahkan pimpinanpun merasa sangat malu terhadap sntri-santrinya yang beliau tidak percaya bahwa mereka dapat berbuat seperti itu.
 
setelah beberapa kali mereka dipanggil, merekapun harus siap menerima dan menjalakan hukuman. Seorang anak dikeluarkan, 4 orang lainnya dimutasi, dan 3 sntri lainnya hanya mendapat hukuman yang tidak terlalu parah, tapi itu hanya akan membuat mereka sangat malu.
 
 
Amanat dari cerita ini adalah :
– Hidup itu adalah perjalanan dari sebuah kesulitan dan kesusahan yang akan membawa kita menuju suatu keberhasilan. Oleh sebab itu jangan jadikan sebuah penyesalan menjadi sebuah penderitaan hanya karena ulah kita sendiri.
– Dan.
*Hidup itu adalah anugerah… cobaan dan ujian itu pasti akan qta rasakan.. tidak mungkin selama'a Qta ngerasain hal" yg baik dan enak,, Tanpa ngerasain peristiwa dan hal" yg buruk dalam hidup Qta.. — THIS IS THE EXPERIENCE – EXPERIENCE THAT IS THE BEST TEACHER – AND LEARN FROM AN EXPERIENCE — *
– Jadikanlah semuanya pelajaran dalam pengalaman kita.
 
 
 
-THE END-