Ya, tentu saja gak ada urusan!
Tidak, maksud saya kita sama sekali tidak peduli. Pertama kali saya menonton dengan teman-teman di basement kami sempat merasa kesal. Itu pasti dan sangat wajar. Beberapa orang bahkan sempat nyeletuk kata-kata yang nyeleneh. Lama-lama kami berpikir juga, ternyata video ini payah dan tidak apa-apanya! Tahu ’kan video sinting yang dimaksud? Wong muslim di sono (Belanda) aja adem ayem bae’ jangan sampai deh, kita yang malah tersulut justru menimbulkan keributan yang tidak perlu! Cool aja, maksudnya begitu. Karena mereka yang rendah hati justru lebih bermartabat.
Kadang-kadang saat saya membaca koran, saya berpikir, ada hal-hal yang di Darunnajah kami anggap kejadian sambil-lalu, justru heboh banget kayak kasus penyelewengan dana BLBI, kelaparan di nusantara, kenaikan harga sembako, maupun rusuh soal pilkada. Kami pikir; ah begitu aja! Ada berita yang lebih ’wah?!’. Ternyata di luar amat sangat populer dan berpengaruh. Seperti kasus video ”Fitnah”, ini nih! Baru deh tahu betapa jahatnya setelah menonton langsung. Membuat kita jadi bertanya-tanya; sebenarnya bagaimana sih tanggapan ’mereka’ terhadap kita, umat muslim? Ah, jadi penasaran pengin keluar negeri!
Menurut pikiran saya, lebih baik PIKIRKAN SAJA MASALAH NDIRI! Ribut-ribut soal video itu sih perbuatan sia-sia dan tidak dihitung amal! Masih banyak yang perlu diselesaikan! Seperti tadi..kelaparan di berbagai daerah dan lainnya dari krisis multidimensional yang melanda RI ini. Dengan berselisih paham, justru membuktikan kepada generasi muda Islam betapa lemahnya rasa persatuan dalam tubuh umat. Biarlah kita buktikan bahwa Islam itu semulia-mulianya ajaran dengan show them up perbuatan yang mulia dalam kemanusiaan, suatu saat mereka pasti paham sendiri. Lagipula masih banyak hafalan ibadah ’amaliah saya yang belum selesai di sekolah…
Menurut pikiran saya, lebih baik PIKIRKAN SAJA MASALAH NDIRI! Ribut-ribut soal video itu sih perbuatan sia-sia dan tidak dihitung amal! Masih banyak yang perlu diselesaikan! Seperti tadi..kelaparan di berbagai daerah dan lainnya dari krisis multidimensional yang melanda RI ini. Dengan berselisih paham, justru membuktikan kepada generasi muda Islam betapa lemahnya rasa persatuan dalam tubuh umat. Biarlah kita buktikan bahwa Islam itu semulia-mulianya ajaran dengan show them up perbuatan yang mulia dalam kemanusiaan, suatu saat mereka pasti paham sendiri. Lagipula masih banyak hafalan ibadah ’amaliah saya yang belum selesai di sekolah…