[Celoteh santri] CFF dalam riuhnya semangat bahasa

Kemahiran berbahasa diadu disini. Setelah seminggu berkompetisi bahasa (Arab dan Inggris tentunya), para perwakilan akan unjuk bakat di atas panggung. Acara yang menghabiskan 3,5 juta ini diharapkan akan memberi manfaat semaksimal mungkin. "Acara semacam ini penting banget. Karena bisa membantu semangat dan ghirah bahasa santri," kata Yudnina Falhanawati, selaku ketua panitia acara dan ketua bagian bahasa pusat (CLI)

 

Lomba yang dipentaskan terdiri atas lomba ubah lagu berbahasa, duet puisi berbahasa, story telling, dan drama berbahasa. "Kita harap, acara seperti ini eksis hingga tahun-tahun berikutnya. Ini memang hanya awal, tapi kita harap santri bisa have fun sekaligus termotivasi," ujar Vinken Geovannissa, salah satu bagian bahasa.

"Bahasa tuh penting banget! Acara semacam ini memang perlu!", komentar Azizah, santriwati kelas Intensif C. "Soalnya untuk membangkitkan keinginan santri untuk berbahasa mamang sulit. Mereka gak punya semangat berkompetisi!," keluh Dannissa Aryani, ketua seksi kegiatan acara.

"Tapi mereka sudah cukup antusias kok buat mendukung perwakilan kelas mereka," lanju Vinken optimis.

Acara berlangsung riuh. Meski dihadang berbagai kendala, tapi acara tesebut telah cukup memuaskan. "Background panggung sempat robek! Tapi Pondok tidak mengizinkan pembelian triplek..", ujar salah satu bagian dekorasi. Untungnya Ullya dkk. (bagian dekorasi), langsung mengantisipasi dengan cepat.

Acaranya memang lebih sederhana, tapi manfaatnya sangat besar. Bahasa pada zaman sekarang adalah suatu keharusan dan kebutuhan. "Bagian bahasa juga diharapkan untuk terus semangat berbahasa dan memotivasi, jangan hanya mala mini saja!," kata ketua OSDN kak Nur Zulfa Shalihat.

Acara berlangsung dari pikul 20.00 malam hingga pukul 11.00 malam. Tentunya bagian bahasa berharap semoga acara ini bukan yang terakhir. Berdo'a saja semoga CLI Festival ada secondnya, thirdnya, dan seterusnya.

"Pokoknya mahir bahasa itu keren banget deh! Dan orang yang mau melatih bahasanya di DN ini berarti orangnya berani banget!", seru Mafida, santriwati kelas Intensif C dengan semangat. She was right, actually!