[Celoteh Santri] Cerita Unik Ala Santri 2

" SEBUNGKUS BANDING TUJUH "

Mungkin tak heran bagi anda yang sudah merasakan bagaimana jadi seorang santri. Kehidupan para santri tak jauh dari kebersamaan bersama teman satu kamarnya. Akan tetapi beginilah keindahan kebersamaan seorang santri. Kalo nggak kaya' gitu nggak ada ceritanya kalo ntar udah jadi alumni, begitulah menurut Ahmad Mua'ammar Qadafi, santriwan kelas IV TMI Darunnajah. Sorry-sorry rada ngrlantur. Jadi, gini nich cerita-cerita sekitar darunnajah yang akan dikupas dalam " Sebungkus banding tujuh. "

Sore itu santriwan bernama Rama Radian Adiguna berjalan menuju kamarnya untuk menaruh beberapa bungkuan plastik hitam yang berisi sejumlah tho'am1 yang dibawanya sehabis mudif2 bersama kedua orang tuanya. Ya, maklumlah orang jauh biasanya kalo mudif bawa banyak tho'am .  Sesampainya Rama di kamarnya, tanpa piker panjang Ia membuka tho'am yang berisikan masakan Padang. Tak lupa Ia menawarkan kepada Fakkir dan Subhan yang sedang menyetrika baju seragam untuk esok hari.
Kir, Han makan yuk??
Oke-Oke.
Merekapun langsung makan dengan lahapnya.

 20 detik kemudian… Datang Hafidz, Ridho, Husnul, dan Habibi yang baru saja selesai melakukan olahraga sore hari. Tanpa izin kepada Rama merekapun langsung nimbrung bersama Rama, Fakkir, dan Subhan. Kurang dari 40 detik tho'am tersebut habis seketika tanpa nasi satu butirpun.

 Begitulah cerita unik ala santri untuk edisi kali ini. Jadi, bagi anda yang ingin melanjutkan studi putra / putri  anda di Pondok Pesantren jangan kaget jika kejadian seperti ini terjadi pada putra/putri anda. Karena inilah kehidupan santri yang tak jauh dari KEBERSAMAAN.

1.  Tho'am = Makanan.
2.  Mudif = Didatangi Tamu.