[Celoteh Santri] Cadika Kursur Mahir Dasar Pramuka ke-22

Cadika atau KMD (Kursus Mahir Dasar) ke-22 telah diselenggarakan dengan sukses dari tanggal 13-22 April 2008 yang mana dari tanggal 17 hingga 22 April, cadika dilanjutkan di bumi perkemahan Cidokom, kecamatan Gunung Sindur (sekitar 20 km dari Pesantren).
Dengan peserta lebih dari 200 orang, baik putra maupun puteri, termasuk peserta dari pesantren lain (Madinnatunnajah dan Al Manshur), para peserta seperti halnya cadika setiap tahun, diberikan matri dasar kepramukaan berupa teori dan praktek lapangan oleh para Pembina pramuka kwartir cabang maupun daerah. Kebanyakan praktik lapangan dilaksanakan di bumi pekemahan Cidokom.
Lokasi kali ini berbeda dari tahun lalu; Pesantren Madinnatunnajah, Depok. Dengan tempat seluas kurang lebih 3 ha, lokasi cadika tahun ini telah cukup layak sebagai tempat cadika.
“Hanya saja, tempat konsumsinya kurang strategis untuk dicapai, jadi panitia dan peserta agak kerepotan,” komentar k’ Nur Zulfa Sholihat, selaku sie. Kegiatan cadika tahun ini.
Para panitia cadika baik putera maupun puteri, terdiri atas panitia senior (terdiri atas guru senior yang telah berpengalaman di bidangnya) dan panitia junior (terdiri atas santri/wait kelas 5 TMI), semuanya berjumlah sekitar 60 orang.
“Alhamdulillah kepanitiaan kali ini tidak menenemui kendala yang berarti hanya saja memang kurang kekompakan dan kerjasama. Bagaimanapun, hal itu wajar dalam kepanitiaan apapun,” ujar kak Delfa Firdaus, selaku ketua cadika puteri.
Cadika Darunnajah diadakan secara teratur tiap tahun wajib bagi santri/wati kelas 4 TMI Darunnajah sebelum mereka menjadi mudabbir Pramuka. Kesinambungan program ini sangat didukung oleh pondok. Kepramukaan memang telah lama menjadi ekskul utama Darunnajah. Maka KMD (Kursur Mahir Dasar) telah menjadi suatu program tahunan yang wajib meski sempat vakum sekitar tahun 80-an.
“Cadika tuh penting dan berguna banget buat kita! Buat bekal sebelum memimpin di masyarakat,” kata Ayu Alwiandari, peserta Cadika XXII. Hal ini semakin memperkuat keeksisan dan keseriusan Darunnajah dalam berpramuka. Para Pembina kwarcab maupun kwarda selalu berkomentar bahwa Darunnajah adalah salah satu pondok yang masih mempopulerkan pramuka di tengah banyaknya kegiatan rmaja masa kini.
Meski berbarengan, panitia selalu berupaya untuk memisahkan antara kegiatan cadika putera dan puteri terpisah, kecuali sewaktu upacara saja tentunya. Dengan demikian diharapkan, cadika dapat meningkatkan wawasan dan pengalaman santri dalam segala aspek kehidupan. Dalam memimpin, berinovasi, bertanggung jawab, dan bekerja sama. Itulah inti dan hal-hal yang berusaha pramuka tanamkan melalui kegiatan-kegiatan cadika. Long live Scouting!