melalui penyelenggaraan Kursus Mahir Dasar Cipining kembali menorehkan langkah Pesantren dalam pembinaan Darunnajah santri 2 Dasar (KMD) — pelatihan intensif kepramukaan yang bertujuan melahirkan pembina muda yang tangguh, berkompeten dan berakhlak mulia.
Kegiatan berlangsung selama tujuh hari, mulai Rabu hingga Selasa, 24–30 September 2025, bertempat di Kompleks Iskandariyah Blok C, dan diikuti oleh 354 santriwati kelas 5 TMI dari Darunnajah 1, 2, 3, 5, 8, 9 dan 14. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Yayasan Darunnajah dengan Kwartir Cabang (KWARCAB) Kabupaten Bogor, serta didukung penuh oleh jajaran guru dan panitia dari Santri Kelas 6. Seluruh rangkaian acara dikemas dengan nuansa disiplin khas pramuka, diiringi semangat belajar, pengabdian dan kebersamaan.
Dengan tema besar “Mencetak Pembina Pramuka yang Tangguh dan Berakhlak Mulia”, KMD menjadi momentum penting bagi para santri untuk mengenal lebih dalam dunia kepramukaan dari perspektif kepemimpinan dan pembentukan karakter. Para peserta menerima berbagai materi dasar yang disampaikan oleh Ka Ade Hasbullah beserta jajaran pelatih dari KWARCAB Bogor. Narasumber merupakan pelatih berpengalaman di bidang kepramukaan tingkat daerah hingga nasional.
Materi yang diberikan mencakup Sejarah Kepramukaan, Teknik Baris-Berbaris, Kepemimpinan Lapangan, Sistem Among, Pioneering, Survival, hingga keterampilan kemandirian.
Selain teori, peserta juga diterjunkan langsung dalam berbagai praktik lapangan yang melatih kedisiplinan, ketahanan, serta kekompakan antarregu. Meski berjalan lancar, pelaksanaan KMD tahun ini tidak lepas dari tantangan. Faktor cuaca yang berubah-ubah menjadi kendala tersendiri, terutama dalam kegiatan luar ruangan.
Selain itu, beberapa peserta juga perlu beradaptasi dengan aturan dan ritme kegiatan yang cukup padat. Namun dengan koordinasi matang antara panitia dan pelatih, seluruh rangkaian kegiatan berhasil terselenggara dengan baik.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta dinyatakan lulus dan siap mengemban amanah sebagai pembina pramuka di pesantren masingmasing. Dari hasil evaluasi, para pelatih menilai peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal kepemimpinan, tanggung jawab dan disiplin diri.
Panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta terbaik yang menunjukkan semangat dan dedikasi luar biasa sepanjang kegiatan, yaitu Masayu Siti, Nabila Khairunnisa, Lintang Anugrah dan Adelia Akasya. Mereka dinilai aktif, disiplin dan menjadi teladan dalam hal ketangguhan serta etika.
Semangat pramuka bukan sekadar diteriakkan, tetapi kini tertanam dalam diri mereka — untuk terus hidup dalam langkah, disiplin dan pengabdian.KMD Darunnajah 2 Cipining tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis kepramukaan, melainkan juga pada pembentukan jiwa kepemimpinan dan nilai-nilai moral islami. Pramuka di lingkungan pesantren dipandang bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi sarana efektif untuk menanamkan karakter kuat, semangat pengabdian dan rasa tanggung jawab terhadap diri dan masyarakat.
Kegiatan ini juga berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan nonformal di tingkat kabupaten, karena KMD merupakan program bersertifikat resmi yang menjadi dasar bagi calon pembina untuk melanjutkan ke jenjang Kursus Mahir Lanjutan (KML). Ke depan, pesantren berencana menyelenggarakan KML sebagai tindak lanjut agar pembinaan kepramukaan semakin berkelanjutan dan profesional. “Pramuka bukan hanya kegiatan luar ruangan. Ia adalah proses pendidikan karakter yang hidup — yang melatih santri menjadi mandiri, peduli, dan siap memimpin,” ujar salah satu pelatih dalam sesi penutupan.
Acara ditutup dengan upacara pelantikan dan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta. Sorak gembira menggema di udara, menandakan keberhasilan lahirnya generasi pembina.




