Di pagi hari yang diselimuti oleh awan-awan yang berkumpul menjadi satu padu dan ditemani teriknya sinar matahari, semua rayon putra di Darunnajah diperiksa oleh semua karyawan BRT dan sebagian ustadz BRT. Pemeriksaan ini dilakukan dari jam 8 pagi hingga pemeriksaan semua rayon telah selesai. Ketika itu Bulis atau juga penjaga rayon sama saling membantui ustadz dan karyawan BRT untuk memeriksa seluruh kamar yang ada dirayon putra. Pemeriksaan ini juga tidak sembarangan, karena pemeriksaan ini demi kenyamanan kamar agar tidak berantakan. Karena yang memeriksa setiap kamar adalah BRT, jadi ustadz dan karyawan melihat, memeriksa dan mengambil lemari tambahan atau lemari exel. Dari hampir setiap rayon Rinba, Nusantara, dan Kholidiyah ada sekitar 100 kurang lemari yang disita. Subhanallah.
Dan ketika pemeriksaan sudah berakhir, BRT pun memasang sebuah pengumuman yang dimana isinya yang berinti “Bagi santri yang mempunyai lemari tambahan atau exel yang merasa disita, harap setelah sekolah kumpul di Kantor BRT”. Dan setelah para santriwan sekolah, ada juga yang kekantor BRT untuk mengambil lemari yang disita oleh BRT. Dan ketika itu para santriwan merasa bersalah karena lemarinya melewati persyaratan yang ada di BRT. Karena di BRT tersebut boleh saja santriwan membawa lemari tambahan akan tetapi harus memenuhi persyaratan yaitu: panjang lemari kurang lebih 60cm, lebarnya 40cm dan tingginya 45cm. Dan juga dalam pengumuman BRT tertulis “Bagi siapa yang mempunyai lemari tambahan dan melewati dari persyaratan, harap dibawa pulang”.
Dan juga selain BRT menegaskan tentang lemari tambahan, BRT juga menegaskan lagi masalah ranjang yang sudah tidak layak pakai, pipa yang bocor janganlah diperbesar bocorannya, dan juga jangan mencoret-coret dinding. Semoga sukses BRT, karena dengan adanya engkau, Darunnajah menjadi pondok terbesih dan ternyaman. Good Luck!!!