JAKARTA, tepat pada tanggal 5-6 Maret 2008 21 orang santri Darunnajah yang terdiri dari 10 santriwati dan 11 santriwan dikirim ke Asrama Haji Pondok Gede untuk megikuti Pertemuan Nasional Kader Lingkungan Pondok Pesantren dan Peluncuran Program ECO-Pesantren. Para santri didampingi oleh Ust.H. Mardani Djuhri, Ust. Iman, Ust. Mustaghfirin, dan Usth. Maria Al-Qibthiah.
Para santri yang dikirim ke acara tersebut bertugas sebagai panitia dan bekerja sama dengan para seniornya. Kenapa harus santri Darunnajah yang menjadi bagian dari kepanitiaan tersebut? Karena program ECO-Pesantren merupakan gagasan dari Darunnajah yang berpikir bagaimana bisa menciptakan suatu penghargaan lingkungan yang setara dengan penghargaan Kalpataru, Adiwiyata, dan sebagainya yang bertaraf nasional dan dikhususkan untuk pesantren.
Pada hari pertama (05/03/08) para santri bertugas untuk menerima dan mengantarkan peserta ke kamarnya masing-masing yang letak asramanya cukup jauh dengan ruang tempat penerimaan tamu tempat para peserta registrasi.
“ Kalian disini belajar menjadi panitia dalam pertemuan nasional, maka kalian harus siap dan tidak boleh lelet” ujar Ust. Mardani semangat.
Jumlah peserta yang ikut sekitar 600 orang yang terdiri dari pesantren di seluruh Indonesia. Kemudian pada malam harinya diadakan pembukaan acara Pertemuan Nasional Kader Lingkungan Pondok Pesantren dan Peluncuran Program ECO-Pesantren yang ditandai dengan pidato serta pemukulan gong oleh Mentri Negara Lingkungan Hidup, Ir. Rachmat Witoelar.
Keesokan harinya (06/03/08) langsung diadakan berbagai seminar yang berkaitan tentang lingkungan hidup dan masalah yang tengah dihadapai sekarang ini seperti Global Warming. Banyaknya kendaraan bermotor, barang-barang yang mengandung Cluorofluoroclorida (CFC) seperti AC dan parfum, serta efek gas rumah kaca yang semakin meningkat mengakibatkan suhu di permukaan bumi meningkat sehingga terjadilah Global Warming.
Setelah acara seminar selesai sekitar pukul 11.00 WIB langsung diadakan acara penutupan. Para peserta diberi souvenir berupa note book, bolpoin, buku panduan lingkungan hidup, sertifikat, tas yang pastinya merupakan hasil daur ulang yang ramah lingkungan, serta mereka juga mendapatkan uang saku.
Diharapkan dengan adanya acara tersebut dapat menciptakan kader-kader lingkungan yang berasal dari pesantren serta menimbulkan kesadaran bagi para peserta akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.