Musyawarah Kerja udahaaaaaaaaaaaan!!!
Alhamdulillah..rasanya lega sudah menuangkan segala ide dan pemikiran untuk perbaikan OSDN tahun ini. Hasilnya pun sudah disahkan oleh pimpinan pondok dan siap untuk dijalankan. Problemnyaaa..belum semua santri tahu nih akan peraturan-peraturan yang baru, karena memang baru pengurus saja yang tahu. Oh iya, banyak peraturan- peraturan baru loh dari bagian-bagian yang baru terbentuk tahun ini di badan OSDN. Mau tahu?
Seperti dari bagian pertamanan (yang disatukan dengan bagian kesehatan dan kebersihan). Kak Putri dan Kak Chairunnisa sebagai pengurus pada bagian ini ingin mengembalikan hijaunya Darunnajah dengan mewajibkan setiap marhalah (angkatan/ periode) untuk menanam pohon di lingkungan pesantren sebagai wakaf. Sekalian, sekarang lagi hangat banget berita tentang global warming. Waw..keren juga ya.??
Ada juga dari bagian dapur yang baru ada tahun ini. Karena banyaknya santri yang kalau makan jarang dihabiskan, udah begitu banyak banget sisanya, dan terbuang begitu aja. Jadinya mulai tahun ini, yang mengambilkan nasi untuk para santri adalah haritsah (santri yang piket), supaya semuanya merata dan tidak ada yang mubazir. Dan santriwati juga sering makan 1 piring bertujuh (piringnya gede kok..). Nah, kakak pengurus tahun ini melarang hal itu, dan mewajibkan 1 piring untuk 1 orang saja. Kalau piringnya kurang, ya bawa dari kamar..
Ketua OSDN juga nggak mau kalah, lho. Untuk menjaga ha’ibah (wibawa), menjaga semua dokumen program kerja, keuangan santri, dokumen-dokumen organisasi (karena bagian ini adalah bagian yang vital banget di tubuh organisasi) sekalian mempraktekkan apa yang sudah diambil dari studi banding kemarin di Gontor Mantingan, kamar bagian KARISDA (Ketua, Sekretaris, Bendahara) tidak boleh dimasuki oleh pengurus lainnya. Dan hal ini disetujui oleh pembimbing OSDN dan pengurus lainnya. Jadi kalau ada keperluan, panggil aja dari luar. Dan rayon HI tempat dimana pengurus OSDN tinggal juga tidak boleh dimasuki oleh seluruh santriwati. Nggak beda jauh juga alasannya, untuk menjaga ha’ibah para pengurusnya, menjaga kerahasiaan program kerja masing-masing bagian, kecuali yang ada urusan dengan bagian persidangan. Kan nggak enak tuh, kalau ada pengurus yang disegani di luar kamar, ternyata kesehariannya di kamar kelihatan sama santriwati. Kalo kata Nagabonar, “APA KATA DUNIA..??”.
Semua proja yang tersusun tak lain untuk kebaikan kita semua. Karena K.H. Mahrus Amin sudah mencanangkan kalau tahun ini adalah tahun kebangkitan OSDN. Jadi harus ada hal-hal yang baru dan ‘waaah..!!’ gitu. Nggak dipungkiri lagi, banyak peraturan yang ‘nyebelin’ banget. Namun, kita semua sebagai pengurus melihat dengan apa yang telah dikatakan oleh Pak B.J Habibie. “Selama hidup, saya mengerjakan 85% pekerjaan yang tidak saya senangi.”. Begitu juga dengan apa yang telah kita lakukan disini. Sebagian besar apa yang kita lakukan memang hal yang tidak kita senangi. Namun lihat hasil akhirnya, dari hal yang tidak kita senangi akan menjadi hal yang sangat berharga. Betul, kan?
Semua pengurus, baik putra maupun putri merasa kalau kesempatan ini tidak boleh disia- siakan. Karena pelatihan kepemimpinan di luar bisa menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Namun di Darunnajah semua di dapat dengan cuma-cuma. Dari kelas 1 Tsanawiyah kita sudah dilatih untuk menjadi pemimpin kelak. Walaupun hanya di lingkungan dalam pesantren, pelajaran kepemimpinan ini banget-banget mahal harganya.
So…semoga semua pengurus sukses dalam seluruh program kerjanya!!!