[Celoteh Santri] Akhirnya, CADIKA Selesaiiii…

“Akhirnya selesai juga!!!”

Alhamdulillah, Cadika ke XXII sudah selesai hari ini, 21 April 2008. Setelah melewati perjalanan super panjang dan melelelahkan, juga sessions yang bikin bete, nggak ketinggalan hukuman-hukuman yang nyebelin, kursus dasar buat Pembina Pramuka ini selesai juga yang ‘ditemani’ oleh hujan yang turun sore itu. Cadika ini nggak ditutup dengan simbolis aja, tetapi diisi juga oleh muhasabah yang sukses membuat para peserta menangis merenung apa yang telah  mereka lakukan selama ini.

Cadika ini juga punya penutupan resmi, lho..Dengan penyerahan bendera ke Ka. Kwarcab, pemimpin kursus, dan do’a bersama. Setelah sebelumnya diadakan tanya jawab sedikit seputar kepramukaan. Kalau nggak resminya, diadakan saat malam terakhirnya. Panitia mengadakan sedikit ’ritual’ berupa evaluasi antar panitia dan peserta, juga pesan-pesan supaya setelah Cadika ini, nggak ada yang sia-sia. Karena biaya yang dikeluarkan buat Cadika ini nggak sedikit, banyak berkorban waktu, tenaga, dan pikiran, capek menyimak sessions, capek booking, capek kena hukumannya, sayang banget kalo ilmu yang di dapat nggak digunakan dengan baik. Karena, asal tau aja nih, jarang-jarang lho kursus untuk pembina ini diikuti oleh orang yang berusia 15-16 tahun, sekitar kelas 1 SMA-an. Umumnya, kalau nggak 2 atau 3 SMA, ya orang kuliahan atau dewasa. Rugi banget ’kan kalo dibiarin gitu aja? Sebelum penutupan ini juga ada acara yang nggak kalah seru, yaitu acara api unggun yang diisi oleh para peserta. Setelah bersalam-salaman dengan seluruh panitia, peserta dipersilahkan balik lagi ke area perkemahan agar istirahat dan segera tidur, karena malamnya masih ada muhasabah dan esoknya harus bersiap-siap kembali lagi ke Darunnajah.

Selain ilmu dan pengalaman nggak terbayarkan, masih ada kenangan lain yang nggak ketinggalan. Yaitu, jejak sang matahari alias belang di sekitar wajah dan tangan. Karena setiap hari mereka beraktifitas outdoor dan ketemu sang matahari, otomatis cuma wajah mereka dan tangan yang nggak tertutup yang kena ’sentuhan’ matahari yang kadang-kadang ’galak’ banget. Walaupun nggak jarang hujan juga kena giliran ’nemenin’ para peserta Cadika. Walau begitu, mereka tetap semangat dan antusias banget ngikutin kegiatan yang  kepanitiaannya diketuai oleh Kak Yusra Lismar, Kak Kusnadi, dan Kak Delfa Firdaus ini. Bahkan, ada yang mau ikut lagi seandainya nanti diadakan KML (Kursus Mahir Lanjutan) di Darunnajah. Sayangnya, kemungkinan itu tipis banget, karena jika nanti diadakan, santri kelas V yang seharusnya ikut punya serentetan kegiatan yang udah jadi agenda rutin pondok.

Seperti Cadika jauh sebelumnya, kegiatan ini pastinya ninggalin kenangan nggak tergantikan di hati para pesertanya. Cerita yang nggak akan didapatkan di luar. Buat peserta Cadika tahun ini, selamat ya!! Karena mereka udah resmi jadi pembina Pramuka buat para seniornya.