Tragedy Palestina yang sampai saat ini masih sering terlihat dan terdengar beritanya. Tragedi yang dimaksud bukanlah tragedy biasa , bukan tragedy yang ringan, akan tetapi tragedy tersebut mengusir suatu bangsa dari tanah airnya sendiri, telah membunuh jutaan jiwa dari kalangan umat Islam, Kristen dan Yahudi ( bukan zionis).
Jala-jalan dipenuhi oleh darah orang orang tak berdosa, dipenuhi oleh asap dari mesiu milik tentara zionis. Ketika malam terdengar suara tangisan dari para ibu yang anak laki-lakinya diambil kemudian dibunuh kemudian dan yang anak perempuannya diperkosa oleh tentara tentara yang biadab. Kejadian seperti ini sudah menjadi rutinitas harian yang akan terus dihadapi oleh rakyat palestina.
Sudah banyak organisasi dunia yang menentang rencana Israel untuk mengusir bangsa Palestina dari tanah yang suci dan dimuliakan , tempat berdirinya bait Al-Muqaddas, demi mendirikan negara berbasis Yahudi dan Zionisme.
Sekarang hingga detik ini masih banyak warga Palestina yang mengungsi di negara-negara tetangga seperti Yordania, Libanon. Menurut data statistic pengungsi terbesar di abad sejarah modern saat ini ada;lah pengungsi Palestina yang jumlahnya kurang lebih 4 juta orang. Hanya satu yang diinginkan oleh bangdsa Palestina sekarang yaitu merasakan kedamaian di tanah Palestina seperti ketika masa kejayaan Sultan Salahuddin ( Saladin dalam ejaan barat), yang diamana pada masa tersebut semua umat beragama di tanah Pa;lestina hidup berdampingan secara damai dan aman dan satu lagi yang perlu diingat yaitu TIDAK ADA PERTUMPAHAN DARAH