Rasulullah bersabda “Setiap kamu adalah pemimpin. Dan setiap kamu akan dimintai pertanggung jawaban dari kepemimpinannya”
Ting…tumpa…ting…ting : D
tumpa…ting…ting : N
tumpa…ting…ting : C
tumpa…ting…ting : BISA!!
Sorak-sorai yel-yel membahana mewarnai suasana saat itu, Jum’at pagi, 17 Februari 2012. Seluruh santri Darunnajah Cipining yang menjadi pengurus OSDC (Organisasi Santri Darunnajah Cipining) putra-putri, OSADC-OSIDC (Organisasi Siswa-siswi Darunnajah Cipining), OSTAQ (Organisasi Santri Tahfizh Al-Qur’an), dan Koordinator pramuka putra-putri, larung dalam satu suara…SEMANGAT DARUNNAJAH CIPINING.
Begitulah potret suasana pelatihan kepemimpinan untuk pengurus organisasi santri/siswa masa bakti 2012-2013 dalam agenda LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan). Tidak ada yang ingin dicapai dari semua yang terlibat dalam event ini kecuali adalah sukses dalam menjadi seorang pemimpin. Agenda LDK dilaksanakan selama 3 hari (17 s.d. 19 Februari) dengan kemasan dari alumni untuk santri. Hal ini dikarenakan, semua pemateri diambil dari para alumni yang telah berkiprah di masyarakat sesuai profesinya masing-masing.
Yang pertama adalah Ustadz Bunazar Ustman atau beken dipanggil Ustadz Abu Nazar. Ustadz yang kini telah dikarunia 1 putri ini bertugas khusus sebagai MC. Kehebatannya dalam menghidupkan suasana, sangat cocok sebagai pembakar semangat para peserta LDK sebelum memasuki setiap session. Satu yel-yelan andalannya adalah ‘I Can’. Alumni angkatan 9 ini kini berprofesi sebagai staf senior di Ananda Islamic School.
Sesi pertama dari pelatihan LDK yang diikuti oleh + 300 santri tersebut, diisi oleh Ustadz Fahmi Dzikrillah. Alumni yang telah banyak berkecimpung di dunia keorganisasian kampus ini memberikan materi bertema ‘The Secret of Leadership’. Alumni angkatan 11 yang kini menjabat sebagai direktur utama LDMI mengupas tuntas soal apa itu pemimpin dan apa itu kepemimpinan.
Memasuki sesi ke-2, peserta diajak menyimak perjalanan menuju sukses oleh seorang alumni yang kini menjabat sebagai kepala rehabilitasi dan sertifikasi BNN (Badan Narkotika Nasional). Tema ‘The Story of Succes’ ini dibawakan oleh saudara Yanuar Sadewa, alumni angkatan ke-3.
Selanjutnya Ustadz Ikhwan. Alumni angkatan 9 ini membawakan materi berjudul ‘Out of The Box’. Ia mengatakan bahwa salah satu tugas penting bagi seorang pemimpin adalah mengeluarkan dan mengembangkan inovasi-inovasi dari dalam dirinya.
Belajar berorganisasi sungguh sangat bermanfaat. Hal ini sesuai statemen dari saudari Rifaatul Maftuhah, pemateri yang membahas soal ‘Manfaat Berorganisasi’. Lebih lanjut, Rifa, yang dulu pernah menjabat sebagai ketua OSDC putri, mengatakan bahwa bisa berorganisasi akan sangat terasa saat terjun ke tengah-tengah masyarakat. Alumni angkatan 13 ini kini menjabat sebagi ketua IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) se-kabupaten Tangerang.
Sesi ke-5 diisi oleh saudara Agus Tridasa, ketua komisi 4 DPRD Palembang, dan Syaeful Huda, notaris senior. Keduanya adalah angkatan ke-2 Darunajah Cipining. Mereka bercerita perjalanan hidup masing-masing mulai saat masih menjadi santri. Kata-kata keduanya serasa sebuah cerita yang terus mengalir hingga membawa para peserta LDK tidak ingin kehilangan jeda. Cerita ini sungguh menarik karena berujung pada sebuah kesuksesan bagi keduanya. Begitulah ujar para peserta.
Tema ‘Public Speaking’ menjadi menu peserta dari seorang alumni yang meraih gelar doktor untuk pertama kalinya, yaitu Muhammad Muflih. Alumni angkatan 4 ini sudah sangat gemar berbicara di depan publik semenjak dulu menjadi santri. Maka, sebuah kesempatan yang luar biasa, dalam kesempatan itu, ia dapat hadir serta mengupas rahasia sukses menjadi pembicara.
Salah satu bukunya yang telah terbit ‘Menjadi Orator Ulung’ juga mengupas masalah public speaking. Menurutnya, orang yang bermental kuatlah yang dpat menajdi modal sukses sebagai pembicara. Nah, dalam kesempatan itu, banyak peserta yang menanyakan pengalaman ke-gugup-annya saat berbicara di depan umum. Salah satu trik yang gampang, untuk mengatasi masalah itu adalah dengan menyapa setiap orang yang ditemui. Lama-lama, kebiasaan itu akan terbawa untuk mudah mengeluarkan suara di depan banyak khalayak.
Pada kesempatan itu pula, Saudara Muflih meminta do’a dari peserta dan keluarga besar Darunnajah Cipining sehubungan dengan dipromosikannya ia untuk menjadi rektor pada sebuah universitas di Indonesia. Do’a kami untukmu, agar selesai menjadi santri di Darunnajah Cipining, kami beramai-ramai kuliah disana….Amin.
Sesi ke-7 peserta kembali dimotivasi agar tambah percaya diri. Ahmad Subekti (Angkatn 6) dengan segudang pengalamannya sebagai leader pada salah satu lembaga pendidikan dan training kepemimpinan atau EO, memberikan banyak trik dan tips menjadi diri sendiri. Materi ini bertemakan ‘The Personality Confidence Endurance’.
Pada puncak acara, tampil sebagai pengisinya adalah UstadzZyamsul Rahman. Alumni angkatan 1 yang pernah menjadi trainer ESQ ini mengajak peserta dan seluruh warga pesantren yang berkesempatan hadir saat itu untuk bermuhasabah, mencermati semua ciptaan Allah yang sesuai firman-Nya, tiada apapun yang diciptakan Allah adalah sia-sia. Dari pengalamannya, ia berhasil menggoncangkan hati dan sanubari hingga, setiap diri merasa yang paling merugi.
Sesaat, seiring dengan untaian ayat-ayat dan firman-Nya, menjadi buliran air mata keinsyafan para peserta. Betapa Allah sungguh maha kuasa atas segala apa yang diciptakan-Nya. Ia memang seorang motivator yang luar biasa. Begitulah kesan para peserta terhadap sosok Ustadz Syamsul yang kini tengah menggarap sebuah pesantren entrepreneur di daerah Jakarta.
Dalam sesi penutup dan penghujung acara, peserta LDK berkesempatan melaksanakan outbond. Sebagai leadernya adalah Ustadz Nasution, alumni angkatan 2 yang kini disamping kesibukannya sebagai guru dan trainer, ia menyempatkan diri bergelut sebagai pembisnis. Banyak hal yang dapat dipelajari pada event ini, namun point terpenting, outbond adalah pembentukan mental dan emosi, kepercayaan diri serta komunikasi.
Usai outbond, acara penutupan dengan sedikit seremonial dilangsungkan, Ahad, 19 Februari. Para trainer sangat berkesan terhadap motivasi dan semangat para peserta, begitupun pesertanya, mereka bangga dengan para alumni yang telah sukses mengibarkan bendera almamaternya. Di sisi lain, baik tersirat maupun tersurat, para peserta merasa sangat puas dan semakin yakin dengan pendidikannya di pesantren Darunnajah Cipining.
“Dilihat dari cerita para alumni, mereka semua enggak ada yang nyesel jadi alumni Darunnajah Cipining. Mereka juga bisa membuktikan, kalau mereka bisa sukses” ujar salah satu peserta.
Dalam salah satu testimoninya, Ustadz Muflih bercerita di depan para santri, suatu saat ada yang bertanya kepadanya.”Pak Muflih, apa yang paling berkesan dalam perjalanan kesuksesan Bapak? Saya menjawab, ketika saya berhasil lulus dari Pesantren Darunnajah Cipining” ungkapnya.
Ayo, nikmat apa lagi yang engkau dustakan? Firman Allah dalam surat Ar-Rahman. Bangga dong jadi santri Darunnajah Cipining!!! (Warna/Ayu Lestari—peserta LDK 2012).
