[Catatan Kaki] Kedewasaan Made In India

Judul diatas adalah sebuah judul tulisan yang saya baca waktu saya kuliah namun selalu teringat sampai sekarang. tulisan itu bukan tulisan ilmiah yang menggugah rumus fisika yang ada, tulisan itu hanya sebuah protes besar bagi para wanita indonesia khususnya.

 

Tulisan itu sebenarnya sangat sederhana. Penulis cerita itu hanya menceritakan di sebuah perjamuan makan buka puasa bersama masyarakat indonesia di abu dhabi. mereka mengundang beberapa kenalan mereka yang kebetulan adalah warga negara india.

Ketika mereka asyik menyantap makanan tiba – tiba mereka mendengar cekikikan wanita yang makin lama makin keras. kemudian mereka bertanya "apa ada wanita kurang waras di rumah ini?" katanya kepada penulis cerita tersebut.

usut punya usut, bagi mereka warga muslim india, merupakan suatu aib mendengar wanita tertawa sebegitu keras. wanita bagi mereka adalah permata yang harus di sembunyikan di dalam rumah tidak sembarang boleh melihatnya.

Wanita dalam adat muslim india terikat banyak adat dan budaya. jika saja ada wanita yang berlaku seperti wanita indonesia diatas sudah tentu si wanita akan menjadi gunjingan orang sekampung dan menjatuhkan harkat dan martabatnya di mata masyarakat.

Namun yang lebih menyakitkan menurut si penulis, orang india itu kemudian bertanya "apakah wanita tadi muslimah?" kata mereka seakan menafikan.
Sedih hati saya mengingat kisah tadi. karena hal itu merupakan hal yang wajar zaman sekarang bagi wanita indonesia. bukan hanya perempuan biasa yang melakukannya,  bahkan santri – santri dipesantren pun berlaku sama. Lalu haruskah kemudian pertanyaan menyakitkan tadi terulang "muslimah kah mereka?"

Dalam sebuah kitab bertajuk kitabul fitan, Aisyah RA menyaksikan wanita yang berangkat ke masjid menggunakan beberapa perhiasan yang tidak lazim di gunakan masa itu, Aisyah lalu berkata "Andai saja Rasulallah melihat apa yang mereka perbuat niscaya beliau melarang mereka pergi ke masjid".

Dalam sebuah hadist Rasullallah SAW bersabda " “Aku tidak tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki selain (fitnah) wanita.” (H.R. Bukhari dan Muslim). 

Lalu akankah muslimah indonesia kalah dewasa di banding muslimah india? wallahu a'lam.