Di zaman modern saat ini banyak sekali barang-barang yang menggunakan bahan dasar plastik. Menurut teori, plastik sangat sulit untuk di daur ulang. Kira-kira memerlukan waktu 150-200 tahun lamanya jika ditimbun ditanah agar bias diurai oleh mikroba. Jiika plastik dibakar akan mengeluarkan asap karbondioksida, dan karbon tersebut sangat menganggu pernafasan bagi manusia.

Namun bagi santriwati pesantren Darunnajah Cipining, plastik dapat dimanfaatkan dengan menyulapnya menjadi benda yang sangat cantik nan indah. Plastik tersebut dibuat menjadi  bunga-bunga hiasan beraneka warna. Walaupun plastik terlihat sebagai barang bekas, tetapi para santriwati dapat menyulap barang bekas tersebut menjadi benda pakai.

Kegiatan ini dipimpin oleh bagian kesenian & pengajaran OSDC (Organisasi Santri Darunnajah Cipining) dalam kegiatan ekstrakulikuler. Walaupun pertama kali diadakan, namun kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. “Kegiatan ini bertujuan agar santriwati dapat menambah kreatifitas, mengelola barang bekas menjadi bahan pakai, sebagai benyuk dalam mencintai alam sekitar” ungkap mereka.

Tepat tanggal 15 Februari 2012 tepat pukul 16.10 WIB kegiatan ini dimulai. Para santriwati berkumpul di ruang serba guna di depan koperasi. Dari kelas VII, VIII, dan intensive, mereka dengan cerianya mengikuti kegiatan ini. Bagian pengajaran dan kesenian membagi para santri menjadi beberapa kelompok kecil. Dalam kelompok kecil tersebut terdapat 4-5 orang anggota. Dengan durasi waktu 60 menit mereka dapat mengubah plastik-plastik tersebut menjadi berbagai macam bunga.

“Menurut saya, sangat mengasah kreatifitas kita dan menambah pengetahuan dengan mendaur ulang plastik menjadi bunga yang unik. Pokoknya seru banget deh…”, kata Diah dari kelas intensive.

Kegiatan ini berakhir tepat pukul 17.00 WIB. Para santri pun mengumpulkan hasil bunga karya mereka tersebut ke bagian pengajaran. Replika bunga-bunga mereka sangat cantik dan sangat beragam, dari bunga yang besar sampai yang kecil. Hasil bunga tersebut dipajang dan menjadi barang inventaris bagian pengajaran yang akan dipamerkan pada kegiatan bazar nantinya. (Warna/Nabila Maulidia)