Sebuah kesyukuran kehadirat Allah SWT, berangkat dari sebuah gagasan Darunnajah al hamdulillah telah terbit buku panduan/modul pembelajaran membaca al Qur’an yang dikenal dengan BTQI(Baca Tulis Al Qur’an dan Imla’) untuk para santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Darunnajah pusat dan cabang, berkat dukungan KH. Muhyiddin Ma’shum dkk buku yang terdiri dari jilid 1, 2 dan 3 ini telah tersusun secara terstruktur mulai dari belajar pengucapan huruf hijaiyyah dengan makhroj yang benar, membaca rangkaian huruf dan kalimat dengan tepat, memahami hukum tajwid sesuai dengan kaidah, menuliskan huruf hijaiyyah dan kalimat dengat tepat munurut kaidah penulisan sampai tingkat format penilaian yang dirancang secara system guna mengetahui capaian hasil belajar santri yang ditunjukkan dalam bentuk kartu prestasi.
Tepatnya pada hari Senin-Selasa tanggal 9 – 10 September 2024 telah dilaksanakan Pelatihan BTQI di Jakarta di Gedung pertemuan al Ghazali Darunnajah Jakarta, yang dihadiri oleh seluruh dewan guru Darunnajah pusat, Ustadz Mukhtar Ghozali selaku Direktur Pengasuhan Santri(DPS) Darunnajah pusat meminta agar yang bertindak sebagai nara sumber pada pelatihan tersebut adalah guru Darunnajah 2 Cipining, alhasil Bismillah kami bertiga Fatkhul Mu’min, Mulyadi Abbas dan Muhammad Abdul Hakim Firanda memenuhi permohonan panitia penyelenggara sebagai nara sumber.
Dibuka pada acara pelatihan BTQI tersebut oleh Ust. Robby M. Syarif, Lc selaku Direktur TMI Darunnajah pusat Jakarta, dengan dihadiri oleh 170 guru putra dan putri keluarga dan non keluarga Alhamdulillah pelatihan yang dilaksanakan selama 2 hari berjalan dengan baik. Respon pesert juga sangat baik, ditunjukkan dengan kesemangatan yang tinggi sampai akhir pelatihan oleh para peserta terutama saat praktik membaca dan menulis
Tema utama dalam pelatihan BTQI tersebut adalah usaha pemberantasan buta huruf al qur’an dikalangan santri Darunnajah, diharapkan melalui pembekalan bagi guru calon murobby/pengajar para santri memahami secara benar langkah-langkah yang harus dilakukan saat menjalankan amanah dalam kegiatan pembelajaran BTQI ini. Sebagai feedback dari pelatihan yang dilaksanakan sebelum pelatihan dimulai masing-masing peserta ditest terlebih dahulu oleh nara sumber tentang kemampuan menuliskan kalimat yang benar dengan bahasa arab dan Alhamdulillah hasil akhir yang didapat pada test kedua pasca pelatihan menunjukkan kemajuan hasil yang cukup baik yaitu saat sebelum pelatihan dilaksanakan hanya 10 peserta yang benar dan baik tulisannya sementara setelah pelatihan sebanyak 71 peserta yang benar dan baik tulisannya.
Capaian yang diharapkan pasca pelaksanaan pelatihan bagi guru ini adalah santri dapat terlayani dengan baik oleh guru/murobby yang telah ditatar pada bidang pembelajaran al Qu’ran. Melalui system klasikal atau talaqqy musafahah private antara guru/murobby dan santri dengan durasi tatap muka 70 kali pertemuan diharapkan santri mampu membaca al Qur’an dengan baik sekaligus menuliskan ayat-ayatnya dengan benar.
Tindak lanjut dari penyelenggaraan pelatihan BTQI ini ke depan adalah bagaimana media ini bisa menjadi wadah TOT(training of trainer) bagi para calon guru pengajar al Qur’an, yang diharapkan usai pelaksanaan training atau pelatihan mereka mampu menerapkan secara praktik di lapangan dalam bidang pengajaran Al Qur’an, di samping itu juga mampu menyampaikan kepada yang lain untuk menanamkan pemahaman bagaimana cara mengajarkan al Qur’an dengan baik, harapan dari kita semua tentunya modul BTQI yang digagas Darunnajah ini bisa diterima oleh masyarakat luas sehingga bisa menjadi jariah yang baik.