Kamis pagi, 26 Maret 2009, Aula Pertemuan Darunnajah terlihat berbeda dari biasanya. Dewan guru, bapak serta ibu pimpinan pesantren telah bersiap untuk mengikuti sebuah training dengan penuh semangat. Ya, segenap anshor ma’had tersebut telah terkondisikan dengan suasana awal pelatihan brain power. Terlebih lagi pelatihan sejenis ini, pada ghalibnya selalu diselingi dengan aneka ice breaking, motivation game dan spirit applause.

Dalam sambutan pembukaan, pimpinan pesantren menyatakan kegemberiaan dan kesyukuran atas diselenggarakan pelatihan perdana dalam bidang brain power itu. “Kita patut bersyukur bahwa salah-satu trainer pada pelatihan ini adalah wali santri di sini!” ungkap kyai alumni Gontor dan Ummul Quro Makkah itu. Ketua Dewan Nadzir ini, juga menegaskan agar segenap civitas Darunnajah Cipining mau dan mampu memetik manfaat yang optimal dari pelatihan ‘bergengsi’ tersebut. Suami dari Hj. Rahmah Manaf Mukhayyar ini juga mengingatkan: “Dengan kemampuan mendayagunakan akal fikiran, maka kita akan dapat menikmati beberapa kemudahan dalam kehidupan ini, tidak seperti binatang yang memang tidak dikaruniai akal!”. Ungkap kyai asal Kendal yang mengikuti pelatihan hingga usai ini.
Pada sesi pertama, pelatihan dipandu oleh bapak Priah Kent Bangun, M.Pd., mantan kontributor berita radio BBC yang berpusat di London. Dengan sangat lincah, trainer yang berbadan kecil ini ‘menghipnotis’ para peserta pelatihan untuk mengakui kedahsyatan otak kanan. Selama ini, menurutnya, kita belum mengoptimalkan fungsi otak kanan yang sebenarnya memiliki kekuatan kerja ribuan kali lebih dari otak kiri. Diantara ciri-ciri kerja otak kanan adalah lebih cenderung kepada hal-hal yang indah dan rileks, genuine atau alami, kreatif, tidak terbiasa dengan angka-angka dan rumus-rumus yang eksak.
Masih menurut pak Kent, bahwa hidup kita harus selalu memiliki progress, manfaat dan nilai da’wah. Salah-satu cara yang mudah dengan banyak praktek teori ATM: Amati, Tiru dan Modifikasi. Selanjutnya, setiap kita harus sukses dalam 4 dimensi kehidupan yang meliputi; personal, keluarga, karir dan sosial. Dengan pelatihan brain power, kita dilatih untuk menganalisa diri, mengetahui dengan pasti mental block yang menjadi virus kemajuan dan cara mengatasinya, mengenali type dan sifat serta gelombang fikiran, dan yang juga penting adalah membiasakan cara dan paradigma berfikir positif (mindset positif).
Sebelum rehat untuk sholat Dhuhur berjama’ah dan makan siang, segenap hadirin dihanyutkan dalam relaksasi yang begitu syahdu nan ‘khusyu’. Ba’da duhur, tampil sebagai pembicara kedua adalah bapak Sarno Wibowo DrG. Dua putra dan putri beliau sedang Tholabul ‘Ilmi di darunnajah Cipining, yaitu; Adi Surya (kelas II TMI/VIII MTs) dan Adinda Nabila Maharani (santri Cilik kelas III MI). Trainer Nasional yang mengklaim sebagai murid dari Tung Dasem Waringin tersebut, banyak mengawali pemaparannya dengan mereview sebagian sejarah hidupnya yang sarat dengan perjuangan untuk menyelesaikan pendidikan formalnya. “Yes, saya lulus SMA!” teriaknya sambil mengepalkan tangan kanan. Menurut beliau betapa kita harus pandai memaknai dan mengapresiasi terhadap ‘kemenangan-kemenangan kecil’ yang telah diraih sebagai steping stone untuk menggapai ‘kemenangan-kemenangan besar’.
Kapten Sar, nama screen beliau di facebook, menjelaskan bahwa dalam hidup ini kita harus berani ‘bermimpi’, mimpi tersebut merupakan blueprint kesuksesan yang ingin diraih. Impian kita hendaknya juga besar, sehingga menjadi lebih mendorong untuk ‘fight’ dalam mencapainya. Kita juga harus menyakini adanya 4 kuadran keajaiban dalam hidup ini, salah-satunya adalah apa yang disebut dengan ‘the power of ujug-ujug’. Yang jelas, sikap positif dalam menjalani proses menggapai impian tersebut, mutlak diperlukan, sehingga tidak mengalami futur (less motivation).
Salah-satu team sukses walikota Tarakan, Kalimantan ini juga mengibaratkan bahwa manusia adalah komputer hayati, yang dapat diilustrasikan sebagai berikut; Har ware-otak, software-pikiran, perasaan, operating-hati nurani dan harddisk-fikiran bawah sadar. Beliau kembali menekankan the power of dream: “DrG yang tercantum di belakang nama bukan merupakan gelar Dokter Gigi, tetapi Dreamer Gila!”. Beliau mengingatkan bahwa di dunia ini banyak orang yang sukses besar, yang pada awalnya dianggap ‘gila’ oleh lingkungannya, seperti Thomas Alpha Edison penemu lampu pijar dan James Watt penemu mesin uap.
Di tengah-tengah presentasi, asatidz dan ustadzat juga diajak menyelami fakta bahwa KESUKSESAN ADALAH HAK SEMUA ORANG!. “Succes is my right!” kata Andri Wongso, motivator nomer 1 di Indonesia. Dalam tampilan slide sebuah film dokumenter, mereka ditunjukkan beberapa orang yang cacat secara fisik namun dapat meraih prestasi yang luar biasa dalam kejuaraan Olimpiade. Kesuksesan juga tidak mengenal dikotomi gender, juga tidak tergantung pada strata sosial seseorang. Dan bagi muslim, kesuksesan sejati haruslah yang mencakup kesuksean shot term (duniawi) dan eternal term (ukhrowi). Maka, hendaknya setiap kita untuk mulai belajar Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas dan Kerja Ikhlas!.
Pada tahap akhir, para peserta kembali dikondisikan untuk relaksasi, dengan background sebuah taman yang indah, mereka dipersilahkan untuk membayangkan orang yang paling dicintai, dirindukan dan menjadi motivator utama untuk mencapai kessuksesan. Pada saat itu, banyak yang tidak kuasa menahan haru dan bahagia, bahkan beberapa orang terdengar menangis tersedu-sedu. Kemudian, setelah closing ceremony, segenap peserta mengadakan perfotoan bersama trainer secara bergantian. “Luar biasa, ini baru namanya pelatihan, seru!” ungkap ustadz Nur Shodiq kepada kru WARDAN, beberapa saat setelah pelatihan.(Muhlisin).