a href=”http://darunnajah3.com/wp-content/uploads/2014/05/Biografi-Al-Khawarizmi.jpg”>img class=”size-full wp-image-3480″ src=”http://darunnajah3.com/wp-content/uploads/2014/05/Biografi-Al-Khawarizmi.jpg” alt=”Biografi Al- Khawarizmi” width=”145″ height=”214″ />/a> Biografi Al- Khawarizmi
p style=”text-align: justify;”>Al-Khawarizmi yang bernama lengkap Abu Abdullah Nuhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi adalah salah seorng matematikawan muslim yang sering dikaitakan dengan tempat kelahirnya, khawarizmi. Pada masa itu Khawarizmi merupakan pusat penelitian asia yang terkenal dan selalu dikenang. Penulis sejarah matematika kenamaan, Geogre Sarton mengungkapkan bahwa Al-Khawarizmi adalah salah seorang Ilmuan muslim tersebar dan terbaik pada masanya. Sarton menyatakan juga bahwa periode antara abad keempat sampai kelima sebgai “Zaman Al-Khawarizmi” karena ia adalah ahli matimatika terbesar pada masanya.
Namun menurut sumber yang lain, Al-Khawarizmi hidup sekitar awal pertengahan abad ke-9 M. ia lahir di Khawarizm, Uzbekistan pada tahun 194 H/780 M dan meninggal pada tahun 266 H/850 M di Bagdad. Dalam usia mudanya, pada masa Khalifah Al-Ma`mun, ia bekerja di Bait Al-Hikmah di Bagdad. Disana ia bekerja dalam sebuah observator tempat ia menekuni studi matematika dan astronomi. Disana, ia juga dipercaya untuk memimipin perpustakaan sang khalifah.
Di Barat, terutama di Eropa, Al-Khawarizmi lebih dikenal dengan nama Algoarismi atau Algoarism. Nama Algoarism, pada abad-abad pertengahan, kemudian dipakai orang-orang Barat dalam arti kata-kata aritmatika, kemudian di pakai orang-orang Barat dalam arti kata-kata aritmatika (Ilmu Hitung). Dengan menggunakan angka-angka Arab. Di Perancis, nama Algorism juga muncul sebagai Augrysm atau Augrism, sedang di Inggris digunakan kata Augrym dan Augrim. Di Spanyol ia mengalami sedikit perubahan Alguarisme. Demikian seterusnya sehingga nama AlKhawarizmi akhirnya menjadi sebuah monumen dalam sejarah aljabar yang kini telah berkembang menjadi matematika. Dan yang penting diketahui bahwa Al-Khawarizmi adalah orang muslim pertama dalam ilmu hitung atau matematika. Karena yang menentukan ilmu itu tak lain adalah Al-Khawarizmi sendiri. Algorisme sendiri merupakan sistem hitung nilai menurut tempat, dari kanan ke kiri, puluhan, seratus, ribuan, dan seterusnya, begitu pula sistem desimal (persepuluh) sebagai umum pengganti sistem sexagesimal (perenampuluhan) yang umum dicapai zaman dulu dalam kebudayaan-kebudayaan Semit.
Bila C.J. Toomer benar, sebagai yang dijelaskannya dalam “Dictonary Scientifik Biography” (1973), maka dapat dikatakan bahwa hampir seluruh karya-karya Al-Khawarizmi disusun selama masa pemerintahan Al-Ma`mun (813-833), Khalifah II setelah Umayyah membangun kekhalifahan Islam di Damaskus pada tahun 661 M.
Ketika Al-Bantani memperoleh penemuannya yang lebih cermat dan seksama dari pada penemuan Ptolomeus, maka pada saat yang hampir bersamaan, Al-Khawarizmi telah memperkenalkan angka-angka India dan metode-metode perhitungan India pada dunia Islam. Ia memang banyak belajar dari sumber-sumber leteratur Hindia.
Karya-karya Al-Khawarizmi mengenai ilmu hitung India dan tabel-tabel astronomi tertua telah diterjemahkan oleh Adelard dari Dath pada abad ke-12 M. Karya-karya aljabarnya disebut ‘al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabala”. Karya tersebut sebagiannya telah diterjemahkan oleh Robert dari Chester dengan judul “Liber Agebras et Almucabola”. Setelah itu menyusul Gerard dari cremona (1114-1187 M) membuat versi kedua, “De Jebra et Almucabola” yang lebih baik bahkan mengungguli versi E. Rosen. Dengan jalan ibi, berarti telah diperkenalkan di Eropa suatu ilmu yang tadinya secara komplit belum dikenal, sampai kemudian sebuah terminologi yang masih mampu untuk terus tumbuh dan berkembang. Ada yang menduga bahwa “Aljabar wa al-Muqabala” didasarkan pada astronomi Hindu Brahmagupta dan diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gerard dari cremona pada abad ke-7 M./p>
