Para siswa yang tengah duduk di kelas XII MA-SMA tengah harap-harap cemas jelang UN untuk tingkat SMA. Menurut jadwal yang dilangsir oleh Kementerian Pendidikan Nasional, UN akan dilaksanakan pada 2 bulan mendatang, tepatnya tanggal 15-18 April 2013. Untuk jenjang MA-SMA terdapat 6 materi utama.
Para santri MA Darunnajah Cipining yang duduk di kelas XII juga tengah mempersiapkan membekali diri dengan sebaik-baiknya, baik secara penguasaan materi, mental, dan spiritual. Dari sisi penguasaan materi, para santri tengah aktif mengikuti bimbingan belajar (bimbel) yang telah terjadawal selama sepekan.
Dalam bimbel tersebut, mereka mendapatkan sesi pembahasan materi sesuai SKL dan contoh-contoh soal. Mereka mendapatkan bimbingan dari para guru pembimbing yang telah ditunjuk. Berbagai pengembangan juga dilakukan seperti pemetaan soal UN dari tahun ke tahun, latihan-latihan menyelesaikan soal-soal rumit dan sebagainya.
Kepala MA, Ustadz Musthofa Kamal, M.Ag menginginkan bahwa pelaksanaan bimbel ini menjadi waktu tambahan belajar santri selain dalambelajar formal di kelas. Sehingga, penambahan materi ini lebih memantapkan kesiapan santri. Bahkan, dalam belajar malam pun, pendampingan guru-guru juga dimaksimalkan dengan harapan mendukung suasana yang kondusif.
Persiapan secara mental dilakukan dengan memberikan motivasi kepada santri. Kondisi dan masa-masa seperti ini tidak dirasakan oleh para santri yang kini duduk di kelas akhir MA tahun ini saja, kakak-kakak kelas mereka justru lebih dahulu merasakannya. Namun pada kenyataanya, kakak-kakak kelas mereka mampu dan berhasil melalui tahapan demi tahapan sehingga akhirnya lulus juga. Rasa optimis itulah yang pesantren dan MA tularkan kepada para santri dalam menyongsong kesuksesan dalam UN 2013 ini.
Dalam pendidikan berasrama yang memiliki tata tertib dan aturan main, mereka juga diantisipasi melakukan berbagai bentuk pelanggaran. Bagaimanapun juga, segala bentuk sanksi akan berakibat pada mental mereka sehingga ditakuktkan akan mengurangi konsentrasinya dalam belajar. Belajar itu seharusnya tidak dibebani dengan permasalahan-permasalahan lain yang tidak perlu.
Pun sebagai santri, mereka memperkuat ikhtiar dalam bentuk pendekatan spiritualitas kepada Sang Illahi. Seiring dengan aktivitas shalat Tahajud, meminjam istilah saudara Suyadi dalam bukunya ‘Revolusi Belajar Lulus UN’, para santri melengkapinya dengan Tahajud ilmiah. Maksudnya, selepas Shalat Tahajud, mengikutinya dengan kegiatan ilmiah seperti belajar. Pada waktu tersebut insya Allah, kondisi sangat baik untuk melakukan belajar.
Selain itu, masih menurut Saudara Suyadi, perlu juga jihad ilmiah. Para santri hendaknya tidak bosan-bosannya bergelut dengan buku. Dalam pepatah Arab dikatakan, ‘sebaik-baik teman duduk adalah buku atau kitab’. Dalam belajar, para santri mendahului dan mengakhiri dengan membaca do’a sebagai bentuk harapan dan kepasrahan kepada Allah SWT.
Do’a yang baik juga do’a oleh kedua orang tua. Oleh karenanya, para santri dalam komunikasinya kepada orang tua, pesantren mengingatkan agar meminta do’a orang tua. ”Tiga doa yang mustajab yang tidak bisa diragukan lagi adalah doa orang tua, doa orang yang bepergian (musafir) dan doa orang yang teraniaya (HR-Abu Daud)”.
Santri kelas XII MA Darunnajah yang menjadi peserta UN 2013 berjumlah + 77 santri. Saat ini mereka terbagi menjadi 3 rombongan belajar. Semoga semuanya mendpatkan hasil yang memuaskan ternasuk kelulusan UN 2013 ini. Amin. (Red)




