Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim. Dan tujuan kita menuntut ilmu adalah untuk mengamalkannya. Karena amal perbuatan kita hakikatnya adalah buah dari ilmu kita, manfaat dari usia kita, dan bekal kita untuk menuju akhirat.
Barangsiapa yang mengamalkan ilmunya maka ia akan bahagia. Dan barangsiapa yang tidak mengamalkannya maka ia akan merugi.
Allah Swt berfirman, “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS al-Mujadilah : 11)
Ibnu Abbas ra menjelaskan, “Derajat ulama berada di atas kaum Mukminin setinggi tujuh ratus derajat. Antara dua derajat berjarak lima ratus tahun.”
Allah Swt juga berfirman, “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (Yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Ali Imran : 18)
Didalam ayat ini Allah Swt menjelaskan tingginya kedudukan orang-orang berilmu.
Firman Allah Swt dalam ayat yang lain, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (QS Fathir : 28)
Yang dimaksud dengan ulama dalam ayat ini ialah orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah.
Allah Swt juga berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS al-Bayyinah : 7-8)
Dua ayat di atas menyatakan bahwa para ulama-lah yang takut kepada Allah Swt. Sedangkan orang-orang yang takut kepada Allah Swt adalah sebaik-baik mak
hluk. Jadi kesimpulannya: Ulama adalah sebaik-baik makhluk.
Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah, Dia akan memberikan pemahaman agama kepadanya.”
Beliau Saw juga bersabda, “Ulama adalah pewaris para Nabi.”
Ini merupakan suatu kebanggaan dan bukti akan tingginya kedudukan orang-orang berilmu.
Suatu ketika Rasulullah Saw ditanya mengenai dua orang; yaitu seorang ahli ibadah dan seorang yang berilmu. Rasulullah Saw bersabda, “Keutamaan orang yang berilmu atas ahli ibadah adalah seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah di antara kalian.”
Beliau juga bersabda, “Barangsiapa yang meniti jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya menuju surga.”
Beliau Saw bersabda, “Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan. Orang yang menuntut ilmu dimintakan ampun oleh segala sesuatu, bahkan oleh ikan di lautan.”
Sabda beliau Saw, “Barangsiapa yang pergi menuntut ilmu, para malaikat akan mendoakannya dan kehidupannya akan diberkahi.”
Beliau juga bersabda, “Barangsiapa yang berangkat ke masjid dan dia hanya ingin belajar tentang kebaikan atau mengajarkannya, dia akan mendapatkan pahala haji dengan sempurna.”
Suatu ketika Rasulullah Saw bersabda, “Apabila kalian melihat taman-taman surga, singgahlah.” Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apa itu taman-taman surga?” Beliau menjawab, “Majlis-majlis dzikir.” Atha’ menjelaskan, “Itu adalah majlis yang membahas halal dan haram, tata cara jual beli, tata cara shalat, tata cara zakat, tata cara haji, tata cara nikah, tata cara thalaq, dll.”
Rasulullah Saw bersabda, “Pada hari Kiamat tinta para ulama akan ditimbang dengan darah orang-orang yang mati syahid.”
Beliau Saw juga bersabda, “Allah tiada disembah dengan sesuatu yang lebih baik daripada dengan paham agama. Satu orang ahli fikih lebih berat bagi setan daripada seribu ahli ibadah.”
Beliau Saw bersabda, “Ada tiga golongan yang bisa memberikan syafaat pada hari Kiamat; para Nabi, para ulama, dan orang-orang yang mati syahid.”
Dikutip dari kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim karya KH. Hasyim Asy’ari.
