Ketika Abu Yusuf, sahabat Imam Abu Hanifah An-Nu’man berada di sebuah jalan di Syam, datang dengan tiba-tiba seorang lelaki Muslim berkata, ‘’Wahai Abu Yusuf, nasihatilah Saya, dengan nasihat yang akan Saya jaga terus bahwa itu darimu.
Menangislah Abu Yusuf dan berkata, ‘’Ketahuilah, wahai saudaraku. Adanya pertukaran siang dan malam, dan peredaran keduanya mempercepat kehancuran badanmu, punahnya usiamu, dan datangnya ajalmu, maka semestinyalah engkau tidak tentram, dan tidak tenang sampai kamu tahu di mana tempat tinggal dan kembalimu kelak. Apakah Tuhanmu marah kepadamu karena kelalaianmu, dan dosa-dosamu atau dengan kasih dan sayang-Nya ridha kepadamu?
Anak Adam yang lemah! Hari ini engkau adalah mani, esok bangkai yang mati. Jika engkau rela dengan keadaanmu ini, ikutilah perintah, dan engkau kelak akan tahu dan menyesal di saat penyesalan tiada lagi bermanfaat.’’
Menangislah Abu Yusuf. Menangislah lelaki itu, dan siapa yang bersama mereka semua. (WARDAN/Rabiah Adawiyah)