Bersama IPB University, Pesantren Darunanjah 14 Nurul Ilmi Gelar Pelatihan Pengembangan Produk Unggulan Pesantren

Dalam upaya mewujudkan kemandirian ekonomi yang berdaya saing, Pesantren Darunnajah 14 Nurul Ilmi, Serang, resmi menggelar Program Pelatihan Kewirausahaan dan Pemasaran Digital. Kegiatan strategis ini merupakan hasil kolaborasi berkelanjutan antara pihak pesantren dengan para pakar, dosen, serta mahasiswa pascasarjana dari IPB University.

Pelatihan yang berlangsung di lingkungan kampus pesantren ini bertujuan untuk mentransformasi unit usaha pesantren agar lebih profesional, sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas—mulai dari skala lokal hingga ke platform digital nasional.

Empat Pilar Strategis Kewirausahaan
Dalam pelatihan ini, peserta dibekali dengan empat materi utama yang dirancang khusus untuk kebutuhan pengembangan UMKM berbasis pesantren:

  1. Legalitas dan Perizinan (Oleh Dr. Rafnel Azhari, SP., MS.i. & Dr. Uci Sulandari, SSi., MS.i.): Sesi ini menekankan pentingnya fondasi legalitas seperti NIB, PIRT, dan sertifikasi halal sebagai syarat mutlak kepercayaan konsumen dan kepatuhan regulasi.
  2. Komunikasi Pemasaran Berbasis Nilai (Oleh Rizma Ilfi, M.I.Kom.): Fokus pada strategi branding yang mengintegrasikan nilai-nilai pesantren (amanah, ikhlas, dan kemandirian) ke dalam model pemasaran modern seperti AIDA, STP, dan Marketing Mix.
  3. Digital Branding & Marketplace (Oleh Rabiah Putri, S.Pd., CTT.): Sesi praktis mengenai pengelolaan akun bisnis profesional di Instagram dan WhatsApp, teknik fotografi produk, hingga strategi penetrasi ke marketplace besar seperti Shopee dan Tokopedia.
  4. Manajemen Keuangan Digital (Oleh Abdullah Alhayad Arafah, ST.): Mengajarkan tata kelola keuangan mulai dari perhitungan pajak, laporan laba-rugi, hingga neraca tahunan. Uniknya, sesi ini menggunakan pendekatan pemrograman Python untuk memastikan efisiensi dan akurasi laporan keuangan.

Kegiatan ini tidak sekadar mengajarkan teknik bisnis konvensional, melainkan menyinergikannya dengan nilai-nilai keislaman. Para peserta diarahkan untuk menjadikan identitas unik pesantren sebagai kekuatan utama.

“Konsumen tidak hanya membeli produk, mereka membeli nilai dan cerita di balik produk tersebut,” pesan yang ditekankan dalam materi branding. Dengan memanfaatkan jaringan alumni dan santri sebagai brand ambassador, produk pesantren diharapkan memiliki posisi tawar yang unik di mata konsumen.

Antusiasme terlihat jelas saat peserta yang terdiri dari pengelola unit usaha, santri, dan pengurus pesantren mempraktikkan langsung pembuatan konten kreatif dan pengaturan akun bisnis. Sebagai tindak lanjut, setiap peserta dibekali dengan action plan untuk 30 hari ke depan, mencakup finalisasi identitas merek hingga analisis performa konten secara berkala.

Kolaborasi antara Pesantren Darunnajah dan IPB University ini diharapkan menjadi model percontohan bagi pesantren lainnya di Indonesia. Dengan memadukan pendidikan karakter dan keahlian bisnis modern, pesantren kini membuktikan diri mampu bertransformasi menjadi aktor ekonomi yang mandiri, inovatif, dan memberikan dampak luas bagi umat.