Menu

Berobat dengan Sedekah

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Al-Aswad bin Yazid meriwayatkan dari Abdullah, ia berkata; ‘Rasulullah saw bersabda:

دَاوُوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ وَحَصِّنُوْا اَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ وَاَعِدُّوْا لِلْبَلاَءِ الدُّعَاءَ

‘Obatilah orang-orang yang sakit diantara kalian dengan sedekah, bentengilah harta kalian dengan zakat, dan siapkanlah doa untuk menghadapi musibah.’” (HR Baihaqi dalam Al-Sunan Al-Kubraa)

Gerbang Pesantren (2)Hadits ini adalah nash yang menyebutkan bahwa sedekah merupakan salah satu media pengobatan dan penyembuhan atas izin Allah swt. Kata-kata diatas diungkapkan oleh orang yang ma’shum, yang tidak bicara berdasarkan hawa nafsu. Ibnu Al-Qayyim berkata, “Setiap dokter yang tidak mengobati pasiennya dengan memeriksa hati, kebaikan, kekuatan ruhani, dan tidak menguatkan itu semua dengan sedekah, berbuat kebaikan dan kebajikan serta kembali kepada Allah dan hari akhir, berarti ia bukan dokter sejati. Akan tetapi, seseorang yang baru belajar menjadi dokter.” (Ibnu Al-Qayyim, Zaadul Ma’aad IV/144)

Sedekah bisa menghilangkan penyakit setelah terjangkit dan akan mencegahnya sebelum terjangkit. Ulama fiqih dan dokter mengatakan bahwa tindakan pencegahan lebih mudah dari pada pengobatan. Karena itu, mencegah sesuatu sebelum terjadi jauh lebih mudah dari pada menghilangkannya setelah terjadi.

Pencegahan lebih berguna daripada pengobatan untuk menghilangkan penyakit. Atas dasar inilah obat yang mampu menghilangkan penyakit ialah obat yang dijadikan Allah mampu mencegah terjadinya penyakit itu. Sedekah bisa mencegah penyakit sebagaimana juga bisa menghilangkan penyakit dengan izin Allah.

Dari titik tolak inilah seharusnya orang menaruh perhatian untuk suatu masalah penting. Yaitu agar seorang mukmin tidak bermuamalah dengan Allah dalam bentuk coba-coba. Bila berhasil mendapatkan yang dikehendaki akan selalu dan konsisten melakukannya, sementara bila tidak berhasil akan melemahkan dan berhenti. Orang mukmin haruslah bermuamalah dengan Rabbnya dengan keyakinan yang kuat, kepercayaan dan tawakkal yang benar, serta berbaik-sangka kepada Allah. Allah berfirman dalam hadits qudsi;

أَنَا عِنْدَ ضَنِّ عَبْدِيْ بِيْ

“Aku berada pada sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku”

[WARDAN/@abuadara]_______________________

Disampaikan pada Talim bakda Isya di Masjid Jamik Darunnajah Cipining Bogor oleh santri Kelas 6 TMI pada hari Jumat, 01 Februari 2013.

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait