Selasa pagi ini terlihat beberapa murid kelas satu dan wali kelas Ibu Tita Anita dan guru pendamping Ibu Khaerunniswah sedang sibuk dilapangan sambil berjongkok dan tertawa lepas. Setelah saya lewat dan melihat keadaan disana ternyata mereka sedang asyik bermain kelereng. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok dalam memainkan permainan tersebut.
Karena penasaran melihat mereka bermain dilapangan padahal jam pelajaran sedang berlangsung membuat saya bertanya kepada salah satu anak , dan ia menjawab bahwa mereka sedang bermain gundu lubang. Ternyata permainan gundu lubang merupakan salah satu materi pelajaran dalam Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta (PLBJ) menurut keterangan dari Ibu Niswah panggilan akrab dari Ibu Khoerunniswah.
Permaianan gundu lubang dapat dilakukan dihalaman yang rindang agar anak tetap meras nyaman. Permainan ini paling sedikit dimainkan oleh dua orang dan semakin banyak pemain semakin seru. Permainan dilakukan dengan membuat lubang ditanah terlebih dahulu dan meletakkan gundu didalam lubang, kemudian pemain pertama akan melemparkan gaco atau gundu yang dipakai untuk menyetil gundu didalam lubang. Kemudian para emain akan menyetil gaco secara bergantian dan siapa yang paling banyak mengeluarkan gundu dari lubang maka dialah pemenangnya.
Permainan ini dapat mengajarkan anak untuk berkompromi, mengatur strategi dan melatih kejujuran serta menambah kecerdasan dalam pergaulan.(anggra)