Ada sunnah baru di Pesantren Darunnajah, Program Harokah Muqim Syawwal atau disingkat HARIS. Program ini diluncurkan 1 tahun yang lalu oleh Pimpinan Pesantren sebagai solusi peningkatan rasa kepedulian untuk memiliki Pesantren dan pengamanan Pondok Pesantren, khususnya pada saat warga masyarakat Darunnajah meninggalkan kota Jakarta ke kampung halaman untuk berlebaran.
Dimulai 21 Ramadhan, 350 Guru, Administratur dan Karyawan bergabung dengan santri kls 6 yang wajib muqim meramaikan program HARAM; Harokah Akhir Ramadhan dengan pengajian, pengkajian kitab kuning dan Qiyamullail. Suasana hening sangat terasa setelah shalat Ied, para santri, guru mayoritas bubar pulang kampung. Tinggal lah para teman-teman yang mendapat giliran HARIS; Harokah Muqim Syawwal, yang beranggotakan 24 Ustadz, Administratur dan Karyawan.
Mereka dipimpin oleh Ust. DR.H. Supriyadi Ahmad, MA dan usts. Abdul Aziz Muslim, dibagi tugas jaga keamanan selama 12jam dan istirahat 24 jam, ada yang bertugas masak, ada yang menyapu halaman, ada yang belajar nyupir mobil Cleaning Service, banyak juga tamu yang berdatangan untuk silaturrahmi. Selain itu ada beberapa santri yang tidak pulang; dari Ternate, Tidore, Ambon, Timor Leste, Maluku, Irian Jaya dan ada juga yang dari Jakarta. Saat ditanya, kenapa antum dari jakarta tidak pulang, 3 santri tersebut menjawab dengan enteng "di rumah sepi…".
Keceriahan wajah nampak di mereka, namun tidak dipungkiri kalau hati rasanya ingin berkunjung ke keluarga di kampung halaman, namun apa boleh kata, ini kewajiban memelihara dan mengamankan asset ummat, tentu jauh berpahala dalam nilai perjuangan. Ada satu hiburan, yakni renang…. setiap hari. Fasilitas ini masih dibuka siapa saja sebagai uji coba. Enak juga renang di indoor …. airnya biru, tertutup… namun para lifeguardnya masih pulang kampung.
Semoga ustadz-ustadz dalam program HARIS diberi kekuatan…. Tidak lama hanya satu minggu lagi…