JAKARTA — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Darunnajah resmi menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi (LDKO) Tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam mencetak kader pemimpin mahasiswa yang berintegritas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan zaman. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 24–25 April 2026, ini diselenggarakan di lingkungan kampus Universitas Darunnajah, Jalan Ulujami No. 86, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
LDKO 2026 mengusung semangat pembentukan pemimpin masa depan yang tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi tinggi, jiwa entrepreneurship, serta kepekaan sosial dalam membangun organisasi mahasiswa yang sehat dan berdaya saing. Sebanyak puluhan pengurus dari berbagai departemen di tubuh BEM Universitas Darunnajah turut hadir dan mengikuti seluruh rangkaian materi dengan antusias.
Lima Materi Strategis untuk Penguatan Kapasitas Pengurus
Pelaksanaan LDKO 2026 dirancang dengan kurikulum yang komprehensif, mencakup lima materi inti yang saling melengkapi. Hari pertama dibuka dengan materi bertajuk Leadership Blueprint of Excellence: Menyusun Alur Kerja dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang disampaikan oleh Ust. Fajar Suryono, M.A. pada pukul 13.00 hingga 14.30 WIB. Dalam pemaparannya, Ust. Fajar menekankan pentingnya organisasi memiliki kerangka kerja yang jelas sebagai fondasi keberhasilan setiap program.
“Organisasi yang kuat bukan hanya yang memiliki pemimpin hebat, tetapi yang memiliki sistem kerja yang terstruktur. SOP bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan napas yang menjaga ritme organisasi tetap stabil meski pengurus silih berganti,” ungkap Ust. Fajar di hadapan para peserta.
Sesi kedua dilanjutkan dengan materi Adaptive Leadership in a Volatile World: Cara Tetap Relevan dan Tangguh di Tengah Perubahan Arus Organisasi yang dibawakan oleh Ust. Agan Priam Bagus, S.Pd. pada pukul 14.40 hingga 16.10 WIB. Materi ini secara khusus menyoroti pentingnya kepemimpinan adaptif di era yang ditandai oleh perubahan cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas atau yang dikenal dengan istilah VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity).
Ust. Agan menegaskan bahwa pemimpin mahasiswa hari ini dituntut untuk tidak kaku dalam menghadapi perubahan. Menurutnya, kemampuan membaca situasi, mengelola krisis, serta mengambil keputusan cepat menjadi kunci keberlangsungan organisasi di tengah dinamika yang tak terduga.
Hari Kedua: Negosiasi, Birokrasi, dan Kemandirian Finansial
Memasuki hari kedua, Sabtu (25/4/2026), peserta LDKO 2026 disuguhi tiga materi yang tak kalah menarik. Sesi pagi diawali dengan tema The Art of Persuasion: Teknik Negosiasi dengan Pihak Birokrasi dan Stakeholder Luar oleh Ust. Anas Fauzi, M.Pd. pada pukul 13.00 hingga 14.30 WIB. Pada sesi ini, peserta dibekali keterampilan komunikasi strategis, teknik lobi, hingga seni membangun relasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di lingkungan internal kampus maupun pihak eksternal.
“Negosiasi bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi bagaimana menemukan titik temu yang menguntungkan kedua belah pihak. Pemimpin mahasiswa harus mampu menjadi jembatan, bukan tembok,” ujar Ust. Anas dalam pemaparannya.
Selanjutnya, Ust. Alfikrul Akbar, M.H. mengisi sesi The Engine Room: Manajemen Administrasi dan Birokrasi pada pukul 14.40 hingga 16.10 WIB. Dalam paparannya, Ust. Alfikrul mengibaratkan administrasi sebagai ruang mesin sebuah kapal — tidak terlihat dari permukaan, namun menjadi penentu utama apakah organisasi mampu berlayar dengan baik atau tidak. Materi ini membekali peserta dengan kemampuan tata kelola surat-menyurat, pengarsipan, manajemen rapat, hingga pelaporan kegiatan secara profesional.
Sebagai penutup rangkaian materi, Dr. Samiyono, M.Pd. tampil membawakan tema Fokus Entrepreneurship dan Pendanaan BEM pada pukul 16.20 hingga 17.50 WIB. Dr. Samiyono menyoroti urgensi kemandirian finansial bagi organisasi mahasiswa. Menurutnya, BEM tidak boleh hanya bergantung pada dana institusi, tetapi harus mampu membangun sumber pendanaan kreatif melalui kewirausahaan, kerja sama strategis, dan pengelolaan aset organisasi.
“Mahasiswa hari ini harus melek bisnis. Jiwa entrepreneur bukan hanya soal mencari keuntungan, tetapi soal kemampuan menciptakan peluang dan menyelesaikan masalah. Inilah modal utama pemimpin masa depan,” tegas Dr. Samiyono.
Komitmen Mencetak Pemimpin Berkarakter
Ketua pelaksana LDKO 2026 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang BEM Universitas Darunnajah dalam mempersiapkan generasi pemimpin yang tidak hanya cakap secara organisasi, tetapi juga memiliki nilai-nilai keislaman, integritas, dan jiwa pengabdian yang tinggi.
“LDKO bukan sekadar kegiatan rutin tahunan. Ini adalah ruang transformasi, tempat para pengurus ditempa untuk menjadi pemimpin sejati. Kami ingin setiap kader yang lulus dari forum ini membawa pulang lebih dari sekadar materi, melainkan kesadaran baru tentang arti tanggung jawab dan kepemimpinan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana mempererat ukhuwah dan sinergi antarpengurus. Melalui interaksi intensif selama dua hari, para peserta diharapkan dapat membangun chemistry kerja yang solid, saling memahami karakter masing-masing, serta menciptakan budaya organisasi yang produktif dan kolaboratif.
Harapan untuk Masa Depan Organisasi Mahasiswa
Sebagai salah satu organisasi mahasiswa terdepan di lingkungan Universitas Darunnajah, BEM memiliki peran strategis dalam menjembatani aspirasi mahasiswa, menjalankan program pemberdayaan, serta menjadi mitra kritis bagi pihak kampus. Karena itu, penguatan kapasitas pengurus melalui LDKO menjadi keniscayaan agar roda organisasi terus berputar dengan kualitas yang semakin baik dari tahun ke tahun.
Kegiatan LDKO 2026 ini sekaligus menegaskan posisi BEM Universitas Darunnajah sebagai organisasi mahasiswa yang adaptif, progresif, dan berorientasi pada pembangunan karakter. Dengan bekal lima materi strategis yang telah diberikan, para pengurus diharapkan mampu menerjemahkan ilmu yang diperoleh menjadi aksi nyata di lapangan, baik dalam menjalankan program kerja, menghadapi tantangan organisasi, maupun melayani kebutuhan mahasiswa secara luas.
BEM Universitas Darunnajah berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pengembangan kapasitas seperti LDKO sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan visi organisasi mahasiswa yang unggul, mandiri, dan kontributif bagi kemajuan kampus, masyarakat, dan bangsa.
