Menu

Bekam, Solusi Sehat Tanpa Dokter

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Pengobatan berupa bekam sudah selayaknya menjadi opsi alternatif menuju sehat tanpa perlu datang ke dokter. Hal inilah yang menjadi tema pada sosialisasi kesehatan ala nabi  oleh santri terapis dari BRC Bandung di hadapan dewan guru yang tengah mengikuti pengajian shubuh di Pesantren Darunnajah Cipining, Sabtu (8/1/11) .

Sosialisasikan Thibbun nabawi

Kehadiran santri terapis ke pesantren Darunnajah Cipining ini terkait dengan agenda bhakti sosial santri terapis angkatan ke-3 hasil kerja sama antara BRC (Bekam Ruqyah Center) dengan Dompet Dhuafa Jawa Barat. Pada kesempatan ini, BRC menurunkan 16 terapis (8 putra dan 8 putri) serta 5 pendamping.

Usai memberikan penyuluhan, keenambelas santri terapis memberikan layanan pengobatan bekam kepada dewan guru. Dilanjutkan kemudian dengan pelayanan kepada masyarakat yang bertempat di masjid jami’ untuk pasien putra dan di ruang secretariat untuk pasien putri.

Pada pengobatan gratis ini, beberapa tahapan yang dilalui adalah pasien mendaftar terlebih dahulu. Sebelum diterapi, dilakukan pemeriksaan tensi darah dan diagnosa penyakit. Selanjutnya, pasien menjalani pengobatan bekam. Selain bekam santri terapis juga melayani gurah mata.

Antusiasme warga Darunajah Cipining dan masyarakat terhadap pengobatan ini sangat baik. Menurut panitia bantu dari pesantren, jumlah pasien putra sebanyak + 85 orang, sedangkan untuk putri lebih dari 165 pasien. Tidak hanya itu, antusiasme pasien juga terlihat dari larisnya penjualan obat-obatan herbal yang disediakan oleh BRC. Diantara obat herbal yang ada adalah berupa kopi, teh, madu, jahe merah, dll.

Gurah Mata Oleh Ust. Deni Rusman

Menanggapi kegiatan ini, pimpinan pesantren, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc merasa gembira. Menurut beliau, pengobatan ala nabi atau yang dikenal dengan thibbun nabawi sangat cocok untuk umat Islam. “Nabi sendiri yang telah mengajarkan pengobatan ini, namun sayangnya saat ini telah dilalaikan. Umat Islam lebih cenderung menggunakan obat-obatan modern yang sebenarnya banyak mudlorotnya, seperti subhat, mengandung kimia, dan lainnya”.

Selanjutnya beliau berharap, dengan adanya upaya sosialisasi dan penyuluhan kesehatan ala nabi (thibbun nabawi) seperti ini, akan menggugah ghiroh umat Islam. Beliau juga memimpikan lahirnya kembali ahli-ahi kesehatan dan pengobatan sekelas Ibnu sina, Ibnu Rusyd, dll. Hal ini akan sangat mungkin karena potensi umat Islam Indonesia yang sangat besar didukung dengan lebih lengkapnya tanaman herbal di bumi Indonesia daripada tempat lain.

Harapan lain dari Bapak Pimpinan terhadap pengobatan ala nabi ini adalah sebagai solusi maraknya praktik dokter laki-laki yang menangani pasien perempuan. Pada thibbbun nabawi ini, terapis laki-laki menangani pasien lelaki, sedangkan pasien wanita ditangani oleh terapis wanita (wardan/Billah).

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Study From Home

Cidokom Pos – Alhamdulillah, ditengah-tengah maraknya penyebaran virus corona (Covid-19), mari kita selalu menjaga kesehatan diri kita semuanya. Karena persoalannya saat ini bukan hanya Social