Bekal Adab untuk 700 Santri SebelumPulang ke Rumah Bekal Adab untuk 700 Santri SebelumPulang ke Rumah

Bekal Adab untuk 700 Santri SebelumPulang ke Rumah

Sebelum gerbang pesantren terbuka untuk masa libur, sekitar 700 santri putra Pesantren Darunnajah 2 Cipining lebih dulu duduk mengikuti pembekalan adab. Program Etiket Perpulangan Santri (EPS) berlangsung pada Rabu, 1 Juli 2026, di Aula Kampus 3. Pesertanya santri kelas 1 hingga 6 Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (TMI), dan kegiatan ini menjadi agenda wajib yang digelar Departemen Pengasuhan setiap menjelang libur.

Materi pembekalan mencakup tiga hal pokok: etika selama di rumah, adab bergaul di tengah masyarakat, dan tanggung jawab santri di luar lingkungan Pesantren. Wakil Pengasuh Pesantren menjadi narasumber utama. Sejumlah asatidz hadir mendampingi sekaligus mengawasi jalannya acara dari awal hingga selesai.

Dalam pengarahannya, Wakil Pengasuh menyampaikan bahwa masa perpulangan tetap menjadi bagian dari proses pendidikan. Santri membawa serta nama dan nilai Pesantren ke tengah keluarga serta lingkungannya. Karena itu, perilaku mereka selama di rumah ikut mencerminkan apa yang dipelajari selama bermukim di Pesantren.

Penyampaian dilakukan lewat pengarahan langsung di hadapan seluruh peserta. Santri dibimbing memahami cara berinteraksi yang baik dengan keluarga, tetangga, dan warga sekitar sesuai nilai yang ditanamkan Pesantren. Cara ini dipilih agar pesan mudah ditangkap peserta dari berbagai jenjang kelas sekaligus.

Bekal Adab untuk 700 Santri SebelumPulang ke Rumah

Acara berlangsung tertib dan kondusif. Para santri menyimak setiap materi dengan saksama, dan penyelenggara menilai antusiasme peserta cukup tinggi sepanjang kegiatan. Suasana yang terkendali memudahkan penyampaian arahan kepada ratusan santri dalam satu waktu.

Departemen Pengasuhan berharap setiap santri mengamalkan materi yang diterima ketika berada di rumah, lalu menjadi contoh yang baik bagi keluarga dan lingkungannya. Bagi Pesantren, pembekalan seperti ini menjadi cara menjaga agar pendidikan akhlak tetap berjalan meski santri jauh dari pengawasan para guru.