Setelah lulus dan berpredikat alumni, santri Darunnajah Cipining diharapkan langsung dapat mengambil sikap tepat untuk menentukan jalan menuju masa depan. Menyadari akan itu, sebelum melepas mereka dari Darunnajah Cipining, pesantren memberikan bekal bahkan beasiswa dengan bekerja sama kepada pihak-pihak kampus di Jabodetabek hingga Universitas luar negeri.

orientasi kampus

Bekal dan beasiswa yang dimaksud adalah, para calon alumni diberikan kesempatan untuk mengenal sekaligus mengikuti seleksi mendapatkan beasiswa dari perguruan tinggi. Perguruan tinggi tersebut resmi diundang ke pesantren. Dengan sistem ini, para santri tidak perlu repot-repot mencari peluang beasiswa dengan datang ke perguruan tinggi, karena hal ini telah difasilitasi pesantren. Kegiatan ini bernama ‘Orientasi Kampus’ yang diselenggarakan pada 8-10 Mei 2013 bertempat di Aula pesantren.

Beberapa perguruan tinggi yang berkesempatan presentasi seleksi antara lain adalah STEI TAZKIA. Kampus penggembleng para ekonom muslim ini diwakili oleh tim presenter yang diketuai Bapak Fahrudin (alumni Darunnajah Cipining angkatan pertama, 1994). Beberapa alumni Darunnajah Cipining juga telah mendapat beasiswa di kampus DR Antonio Syafi’ie ini. Alumni tersebut bernama Yusep Supriatna.

Selain itu, dari Civitas kamus STTJ (Sekolah Tinggi  Teknologi Jakarta) yang berkantor di Pondok Gede, turut menawarkan beasiswa di berbagai jurusan seperti teknik sipil, mesin, elektro, dan informatika. Pak Eko, salah satu presenter menjelaskan bahwa STTJ ini berpusat di Malaysia. Selain membuka cabang di Indonesia, dibuka juga di London.

Masih penjelasan Pak Eko, pemberian beasiswa kepada pelajar Indonesia merupakan bentuk perhatian STTJ untuk Indonesia. Kampus yang memiliki ciri warna merah ini full berbahasa Inggris. Seleksi masuk yang digunakan pun berbahasa Inggris. “Ini beasiswa luar biasa, saying kalau para santri ini tidak mendapat beasiswa, maka saya berharap para santri mengerjakan soal dengans serius agar mendapat beasiswa” ujarnya.

Presentasi juga disampaikan oleh IIQ (Institut Ilmu Al-Qur’an) Jakarta, UMJ (Universitas Muhammadiyah Jakarta), dan UIKA (Universitas Ibnu Khaldun) Bogor. Selain itu, pesantren juga mengundang para alumni Darunnajah Cipining yang menjadi lulusan Universitas luar negeri. Mereka memeberikan triks dan tips berkuliah di sana. Seperti di antarnya adalah H. Solehuddin, Lc yang membawakan tentang Perguruan tinggi di Maroko, Ustadz Musthafa Zahir, Lc yang memberikan peluang beasiswa di Mesir dan Negara lainnya.

Penanggung jawab orientasi, Ustadz Afif Maghfuri mengatakan bahwa kegiatan orientasi ini dilakukan agar setelah lulus nanti para santri tidak bingung memilih jurusan. “Alhamdulillah, para calon alumni mendapatkan pencerahan dunia kampus. Kita berharap ke-124 santri tersebut sudah mantap memilih jalan selepas lulus nanti” ujarnya.

Kepala biro pendidikan, Ustadz Faruq Abshari juga mengatakan bahwa orientasi kampus ini untuk membekali santri yang ingin masuk dunia kampus nantinya. Karena dalam angket yang telah terkumpul, pesantren mendapati bahwa selepas lulus nanti, para alumni ini sudah memiliki opsi masing-masing. selain siap mengabdi di pesantren Darunnajah Cipining dan pesantren lainnya, sebagian juga ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Bagi yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi diharapkan mereka sudah mendapatkan bekal terkait dunia kampus. “Bisa jadi juga, mereka yang telah mengabdi di pesantren, ingin kuliah. Nah, mereka sudah tahu juga tentang dunia kampus, tinggal mendaftar” jelas Ustadz Faruq. (red)