“Nama saya Riki kelas 1 MTs, mau bertanya, bagaimana caranya supaya bisa mengarang atau menulis?” Tanya salah satu peserta kepada Ratno Fadillah, nara sumber pada seminar menulis kreatif pada kegiatan pekan bazar Ramadhan 1431 H di aula pesantren Darunnajah Cipining, Jum’at (20/8).

Santri putri Saat Berkunjung di Bazar Ramadhan

Santri putri Saat Berkunjung di Bazar Ramadhan

Usai menyampaikan penjelasan seputar masalah dan rahasia menulis fiksi islami dari proses penggarapan ide hingga teknik menutup alur cerita, lelaki yang kini bekerja sebagai staf editor Lingkar Pena Publishing tersebut kemudian dihujani berbagai pertanyaan terkait permasalahan yang dihadapi oleh penulis pemula sebagai halnya para santri ini. Meski dalam kondisi puasa, Mas Ratno menjawab dengan semangat sesuai pengalamannya sebagai staf Mizan.

Selain kegiatan ini, panitia gabungan dari  kelompok santri Jurnalis bernama Warna dan Boom tersebut telah menyelenggarakan seminar bersama Navigator Otak Kanan yaitu kapten Sar, trainer internasional, (16-17/8). Dalam seminarnya, Kapten Sar mengajak seluruh santri memaksimalkan potensi otak kanan untuk meraih impian dan mengoptimalkan pencapaian prestasi belajar dalam tema ‘Knowing Your Self and Personality Plus’.

Sementara itu, agenda kegiatan pada hari Kamis (19/8) kemarin, ialah bedah buku ‘Sirotol Mustakim’ garapan Tim HASMI ((Harokah Sunniyah Untuk Masyarakat Islam) dari Radio Fajri FM Bogor. Di hadapan peserta yang turut dihadiri pula dewan guru, Ustadz Fatih sebagai salah satu Tim penyusun menyegarkan kembali akan pentingnya berislam sebagai jalan lurus sebagamana termaktub dalam buku bedahannya tersebut.

Kapten Sar, Navigator Otak Kanan Tengah Mengkanankan Santri

Kapten Sar, Navigator Otak Kanan Tengah Mengkanankan Santri

Dari kegiatan bazaar buku dan berbagai pelatihan yang diselenggarakan, pimpinan pondok pesantren Darunnajah Cipining, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. berharap agar kegiatan ini dapat memacu santri dalam menyemarakkan Ramadhan 1431 H. Hal lain yang disampaikan beliau dalam sambutan pembukaan, Ahad (15/8) lalu adalah kemampuan santri menulis buku sendiri. “Kalau saat ini, buku-buku yang dibazarkan adalah karya orang lain, suatu saat nanti saya ingin diadakan bazaar buku yang penulisnya adalah para santri” ungkap beliau.

Ketua panitia, Ustadz Muhammad Musta’in menjelaskan bahwa respon dan animo santri terhadap bazar ini sedemikian baik. Hal ini tampak dari oplah penjualan buku yang cukup menggembirakan.

Menurutnya, semoga dari indikasi penjualan buku yang baik ini menunjukkan pula minat baca santri Darunnajah yang baik pula. Maka menurut Ustadz pengajar materi bahasa Indonesia ini, jika minat baca sudah bagus tinggal mengarahkan mereka dalam bidang tulis menulisnya.

Namun yang cukup disayangkannya adalah pengunjung dari luar pesantren. Padahal menurutnya, banyak sekolah secara resmi telah diundang dan penyebaran pamplet kegiatan telah dilakukan.

Kegiatan bazar bertema ‘Ramadhan bulan seribu buku’ hasil kerja sama pesantren Darunnajah Cipining dengan grup Mizaan ini dilaksanakan selama 8 hari. Menurut penjelasan panitia, secara resmi akan ditutup pada hari Ahad (22/8) lusa. (Wardan/Billah)