Bapak Kyai Berangkat Umrah Dan Sujud Syukur Di Tanah Suci!

Malam ini sekitar pukul 02.00 wib pimpinan pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc akan take off ke Arab Saudi guna melakukan ibadah Umrah. Rombongan beliau terdiri dari 68 orang yang merupakan anggota dewan nazir, pengurus yayasan Darunnajah dan keluarga. Dijadwalkan besok pagi sekitar jam 09.00 waktu Arab Saudi rombongan sudah tiba di Madinah.Rombongan diagendakan kembali ke tanah air pada 2 Februari 2014.

Informasi tersebut disampaikan oleh bapak kyai dalam pertemuan mingguan dewan guru pada Rabu Siang, 22 Januari 2014 di sekretariat pesantren. “ Alhamdulillah, saya bisa melaksanakan ibadah haji hingga tujuh kali dan ‘umrah berkali-kali. Semuanya bukan dengan biaya pribadi saya, karena saya mendapatkan karunia dari Allah bisa mendpatkan beasiswa kuliah di Ummul Quro Makkah selama 6 tahun, sehingga setiap tahun bisa haji. Setiap bulan bisa melakukan umrah dua atau tiga kali bahkan berkali-kali!” ungkap Kyai kelahiran Kendal, 21 Agustus 1949 ini.

Beliau menjelaskan sesuai sabda Rasul bahwa sholat di Masjidil Haram bernilai 100.000 kali lipat daripada sholat di masjid lainnya, kecuali di Masjid Nabawi. adapun sholat di Masjid Nabawi memiliki fadhilah 1000 kali lipat daripada sholat di masjid lainnya selain Masjidil Haram.

Adapun haji yang ketujuh beliau laksanakan dengan wasilah menjadi Tim Pembina Ibadah Haji (TPIH) dan bersamaan pula dengan keberangkatan orang tua beliau ke tanah suci. Sehingga sekaligus beliau bisa birrul waalidain dengan khidmah kepada keduanya dalam menunaikan rukun islam kelima itu.

Tahun lalu bapak kyai juga kembali mendapatkan kesempatan umrah dengan asbab diminta menjadi pembimbing rombongan umrah dari pesantren Darul Muttaqin Parung Bogor. Pesantren pimpinan KH. Drs. Roja Sukarta ini merupakan filial Darunnajah Jakarta.

Kemudian suami Hj. Rahmah Abdul Manaf Mukhayyar tersebut berbagai tip dan rahasia mendapatkan karunia Allah yang sungguh luar biasa. Pertama adalah optimalisasi ketaqwaan kepada Allah. Beliau kembali membacakan surat Ath Tholaaq ayat 2 yang menjelaskan garansi langsung dari Allah untuk setiap permasalahan yang dihadapi orang bertaqwa serta akan dikaruniai rizki dari arah yang tidak diduga, disangka dan dinyana.

Kedua adalah penunaian amanah dengan sebaik mungkin. Amanah yang ditunaikan dengan maksimal akan mendatangkan rahmat Allah. Pengabaian terhadap amanah merupakan penghianatan dan akan menyulitkan kehidupan yang bersangkutan. Beliau juga menegaskan agar jangan sampai kita mendzolimi diri sendiri, terlebih mendzolimi orang lain. Kemudian bapak kyai membacakan hadits Rasul yang mengandung maksud hendaknya kita takut terhadap do’anya orang madzlum (orang yang terdzolimi), karena antara do’a orang yang madzlum dan Allah tidak ada hijab (pasti dikabulkan).

Ba’da sholat isya, dihadapan para santri di masjid Jami’ Darunnajah di kampus 1 bapak kyai kembali mengulangi dan menyampaikan point-point di atas. Bapak kyai Jamhari juga menjelaskan bahwa program umrah bersama ini dimaksudkan sebagai kesyukuran terhadap perkembangan serta kemajuan Darunnajah di usianya yang ke 40 tahun, baik secara kwalitas maupun kwantitas; dalam sisi jumlah santri, sdm guru, sarana dan pra sarana serta berbagai prestasi dan pencapaian. “Insya Allah nanti kami akan melaksanakan sujud syukur di tanah suci!”ungkap ayah dari 6 anak dan kakek dari 4 cucu ini.

Di akhir penyampaian kepada dewan guru di ruang majlis ilmi dan para santri di masjid Jami’, bapak kyai memohon do’a agar beliau diberikan kesehatan, kelancaran dan kemampuan melakukan berbagai ibadah di haramain (dua kota suci) Makkah Al Mukarromah dan Madinah Al Munawwarah. Beliau juga mendo’akan agar seluruh dewan guru dan para santri mendapatkan kesempatan berhaji dan umrah seperti bapak kyai, bahkan lebih dari yang sudah beliau dapatkan.Aamiin. (wardan/abu ezzat).