Bidang usaha memiliki eksistensi penting dalam menyokong ekonomi pesantren. Hal ini sangat disadari betul oleh pihak yayasan Darunnajah. Oleh karenanya, selama 2 hari lalu (20 s.d. 21 Desember) koperasi Darunnajah menyelenggarakan pelatihan bidang usaha bertempat di Aula Empat Windu Darunnajah Jakarta. Kegiatan ini juga diikuti oleh pesantren-pesantren cabang seperti di antaranya adalah pesantren Darunnajah Cipining.
Pada kesempatan ini, Darunnajah Cipining mengikutsertakan 2 guru sebagai utusan. Keduanya adalah Ustadz Abdul Munir, S.Pd.I yang menjabat sebagai penanggung jawab bidang usaha kantin dan Ustadzah Luthfiyah, S.Pd.I sebagai ketua pengurus koperasi guru.
Acara dibuka secara resmi oleh pimpinan Darunnajah, Ustadz Sofyan Manaf, M.Si. dengan diikuti oleh 50 peserta, kegiatan ini mengangangkat tema ‘Melihat Peluang Bisnis’. Hadir beberapa pembicara di antaranya adalah Ustadz Dedi Heryanto (Pimpinan Pesantren Darunnajah 8, Cidokom), Bapak Didi Junaidi (Praktisi Bisnis), Ustadz Farhad (staf bidang usaha Darunnajah Ulujami), dan Bapak Slamet Tarjo dari kementerian Koperasi Bidang UKM.
Usai mengikuti kegiatan ini, Ustadzah Luthfi mengaku senang dan tambah semangat dalam berwirausaha. “Semangat dan wawasan tentang kewirausahaan perlu dipupuk secara terus menerus. Dalam usaha, kita juga penting mengoptimalkan otak kanan” ujarnya.
Mendapat semangat baru, Ustadzah Luthfi lantas memiliki obsesi untuk meningkatkan serta mengembangkan koperasi unit sembako yang kini dikelolanya. Obsesi lain adalah menciptakan cabang-cabang lain yang memiliki prospek menjanjikan seperti catering. Ia juga mengincar bisnis penjualan baju bekas layak pakai serta peralatan makan dan mandi dengan harga yang terjangkau masyarakat.
Sementara itu, Ustadz Munir juga mengaku sama, dengan mengikuti pelatihan ini motivasi berwirausaha semakin bertambah. Karenanya, ia berhasrat untuk meningkatkan profesionalitas dalam biang usaha di pesantren. Serasa mendapat banyak ilmu, ia berharap dapat menularkan ilmunya tersebut kepada semua penggerak bidang usaha. (Wardan/Billah)