Untuk mengembalikan semangat agar anak tidak mudah terobang ambing oleh suasana yang negative atau tidak nyaman, seperti rasa cemas yang berkelanjutan sedih, marah benci, dan depresi maka anak perlu dilatih cara mengembangkan positive thinking, anak harus dapat melatih diri menghadapi situasi yang menekan atau maslah yang rasional. Sehingga latihan ini membuat anak mampu menghadapi keadaan yang menekan, anak lebih memfokuskan pada inti permasalahan dan berupaya menemukan solusinya, bukan terpengaruh pada akses emosional yang menyertai masalah yang di hadapinya, rasa optimisme anak perlu dibangkitkan dengan mengemukakan, bahwa setiap masalah tentu ada salusi atau cara pemecahannya. Dengan perkataan lain, dalam menghadapi masalah perlu ditekankan pada anak untuk lebih mengedepankan pikiran positif, biasakan anak untuk tidak suka memendam masalah atau menumpuk masalah, anak harus memahami tidak ada seorang pun yang tidak punya masalah. Perlu diberitahukan bahwa sangat sulit untuk dapat menyelesaikan masalah sendiri, apalagi bagi orang yang belum dewasa, oleh karena itu masalah tidak boleh dipendam. Langkah- Langkah agar anak tetap semangat dalam hidupnya. 1. Kembangkan rasa percaya diri anak, bangun pengertian anak, bahwa masalah bukan berupa beban yang harus ditakuti, anak tidak boleh memandang rendah kemampuan diri sendiri, seburuk atau sesulit apapun kondisi yang dihadapi, dia masih memiliki kekuatan dan kemampuan mengatasinya. 2. Kembangkan keterampilan anak untuk mengatasi depresinya. Kita hendaknya dapat juga mengajarkan pada anak keterampilan menurunkan ke tegangan atau tingkat masional, ketika anak menghadapi tekanan masalah. Kegiatan untuk menambah keterampilan manurunkan ketegangan adalah
- Olahraga
- Tertawa
- Relaksasi
- Berendam di air
- Berpikir positif
- Curhat
- Melakukan hobby
- Menulis
- Tidur
- Menangis
- Mendekatkan diri pada sang pencipta (Tuhan)
upaya mendekatkan diri kepada Tuhan dapat meredakan ketegangan emosional, kita dapat mengajar kan pada anak untuk selalu mendekat kan diri, mohon petunjuk dan bimbingan Allah, baik dalam menjalankan ibadah maupun dalam berbagai kesempatan. Terlebih –lebih disaat menghadapi masalah, sikap memohon petunjuk dan bimbingan sang pencipta dapat mengendurkan tekanan emosional dan membuat anak lebih terbuka untuk memutuskan masalah. Republi Badan Narkotika Nasional Indonesia BNNRI (Sukarmi, S,Pd.I./DJ)