Bagaimana Meminta Ma’af Pada Anak?

  • Tulus

Semestinya permintaan maaf itu berasal dari kedalaman dan ketulusan hati bukan sekedar dimulut saja. anak bisa merasakan apakah permintaan maaf dari orang tuanya tulus atau tidak. saat orang tua berujar ” mama minta maaf, ya habisnya kamu nakal banget sih” maka anak akan merasakan ketidaktulusan ini. pernyataan maaf seperti tetap saja menyalahkan anak, dan orang tua tak merasa bersalah. lalu apa gunanya minta maaf?

Untuk menyatakan ketulusan, sebagaian anak cukup dengan kata-kata. Namun sebagian lagi perlu ungkapan nonverbal juga, misalnya dengan dicium atau dipeluk. Penuhi apa yang mereka perlukan untuk membuktikan ketulusan orangtua.

  • Tenanng

Baik anak maupun orangtua perlu waktu untuk menganalisis apa yang sudah terjadi dan memahami situasinya. Kalaupun setelah diperkirakan ternyata orangtua sebagai pihak yang bersalah, ucapan maaf dalam kondisi tenang tentu akan lebih bermakna. Anak sendiri perlu waktu lagi untuk memaafkan dan memaknai ketulusan orangtuanya. Ada anak yang mudah memaafkan dan ada yang sulit. Namun, pada dasarnya mereka gampang luluh bila orangtua memang benar-benar mengerti perasaan mereka.

  • Jangan Mengulang kesalahan

Untuk sebuah kesalahan yang sudah dimintakan maaf, idealnya tidak berkurang lagi. Bila kembali diulang maaf yang sudah diucapkan dianggap main-main saja. Bila terus diulang kesalahan yang sama dan kembali dimintakan maaf, bisa jadi anak bosan dengan kata maaf yang tidak serius itu dan kata maaf pun kehilangan maknanya.