Awas! Bahaya Nonton Kartun

DNKindergarten, 15/09

Film kartun memberi pengaruh yang cukup signifikan terhadap anak-anak. Anak-anak adalah peniru yang sangat handal sehingga apa yang mereka lihat bisa mereka tirukan dengan tepat. Namun mereka belum bisa memilah dan memilih mana yang baik untuk ditiru dan mana yang kurang baik. Disinilah peran orang tua, terutama ibu, dibutuhkan untuk mendampingi anak-anak ketika mereka sedang menonton film kartun. Orang tua seharusnya bisa menjelaskan dengan tepat kepada anak-anak tentang film kartun yang sedang mereka tonton. Beri mereka penjelasan tentang apa yang baik atau kurang baik dan apa yang boleh atau tidak boleh mereka tiru dari adegan film kartun yang ditonton itu.

Kekerasan juga terjadi dalam film karrtun, tetapi kekerasan itu dibuat menjadi lelucon dan bisa membuat tertawa siapa saja yang menyaksikannya. Terkadang film kartun menampilkan kekerasan yang tidak masuk di akal, contohnya saja, jika mereka terjun bebas dari atas gedung yang sangat tinggi, ketika jatuh ke dasar, mereka hancur tetapi bisa hidup kembali dan contoh lainnya, terjadi perkelahian antara dua tokoh atau lebih, mereka sering menampilkan kekerasan terhadap fisik dan menggunakan alat-alat keras, contohnya menggunakan palu, sekop dan pedang, dan jika di pukulkan, hanya mengalami sedikit sakit. Bagaimana jika hal tersebut di tiru oleh anak? apa yang akan terjadi? Anak-anak tidak mengerti hal-hal yang ada dalam film kartun, mereka hanya bisa meniru saja. 

Beberapa contoh film kartun yang mempengaruhi anak-anak :

1. Crayon Sin-chan

Kebanyakan film ini menayangkan adegan yang kurang baik, seperti ucapan Sin-chan yang kurang sopan kepada orang yang lebih tua, sin-chan suka menggoda perempuan cantik, tidak menuruti omongan orang tuanya, bermain-main menggunakan pakaian dalam perempuan.

2. Ben-10, Power Ranger, atau film superhero lainnya

Para penumpas kejahatan di film kartun superhero selalu mengalahkan penjahat dengan menggunakan kekerasan. Kekerasan adalah hal yang paling mudah ditiru oleh anak-anak, jika tidak ada bimbingan dari orang tua anak-anak berpotensi untuk mempraktekan adegan fighting yang mereka lihat dari film kartun itu dengan teman-temannya atau mungkin kepada adik mereka. Sudah banyak anak yang menjadi korban karena mengikuti adegan fighting film kartun.

Berbagai tips menghindari anak meniru tindakan kekerasan yang ada di film kartun :

* Mengawasi anak jika menonton,

* Tidak mengizinkan anak menonton film yang ada kekerasannya,

* Menasehati anak supaya tidak meniru hal-hal yang negatif,

* Memberikan tayangan acara yang mendidik terhadap anak,

*  Tidak mendekatkan benda-benda berbahaya pada anak.

Diharapkan setelah melakukan hal-hal di atas, anak-anak bisa terbebas akan kekerasan yang di timbulkan karena menonton film kartun tertentu. Jadi selalu awasi anak, saat ia mulai menonton di layar televisi…!