Api Unggun Bakar Semangat Peserta KMD
Menu

Api Unggun Bakar Semangat Peserta KMD

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Api unggun KMD  (Kursus Mahir Dasar) kembali menyala di bumi perkemahan Darunnajah Cipining setelah sekurang-kurangnya selama 2 tahun terganjal oleh kebijakan yang tidak mengizinkan pelaksanaan KMD di pesantren. Atas menyalanya api unggun kali ini, semoga menjadi pertanda bahwa dengan semangat yang terus menyala berapi-api, apapun kendala dan masalah yang dihadapi, akan bisa dilalui.

blankPenyalaan api unggun ini disertai oleh seluruh peserta KMD yang berjumlah 103 andika. Prosesi penyalaan api unggun dilakukan oleh 10 andika peserta yang masing-masing membawa obor di tangan kanan mereka. Sebelum membakar tumpukan kayu yang menjadi bahan bakar, kesepuluh petugas menyulut obornya lalu melafalkan dasa dharma pramuka.  Lalu secara bersamaan, mereka mulai membakar kayu bakar. Usai melaksanakan tugasnya mereka kembali ke barisan bergabung dengan kelompoknya.

Sesaat kemudian, Pembina upacara, Kak Edi, meresmikan penyalaan api unggun dengan ucapan Al-Basmalah. Tepuk tangan pun bergema setelah andika Zulfa Qurotain mengatakan bahwa untuk mengisi acara selanjutnya adalah penampilan dari 8 kelompok peserta KMD. Maka, satu per satu, setiap kelompok menampilkan kebolehannya masing-masing.

Jadilah api unggun malam itu (Rabu, 23/6) sebuah inspirasi kesemangatan bagi para peserta KMD, hal ini ditandai dengan tampilnya mereka di hadapan peserta yang lain dengan penuh antusias dan power full. Di antara penampilan yang disuguhkan malam itu adalah sulap, brig dance, koor, dance, dan lainnya.

Tidak berhenti disitu, pada sesi akhir, panitia masih menyisakan ulah. Dengan sedikit mendramatisir keadaan, panitia jeli  mencari gara-gara. Maka beberapa peserta yang  diindikasi melakukan kesalahan menjadi sasaran empuk aksi panitia. Namum keadaan ini tidak berlangsung lama, setelah panitia mengaku, bahwa aksi ini sengaja didedikasikan untuk rekan panitia yaitu Kak Desi yang tengah berulang tahun bertepatan pada saat itu. Sontak saja, merasa dikerjai panitia, peserta bertepuk tangan meski gondok dan kesal kepada panitia.

Namun, dari moment ini, bisa diambil sebuah nilai kebersamaan, kekompakan dan permainan. Itulah salah satu daya tarik pramuka yang memiliki lambang tunas kelapa. Akhirnya, seiring dengan pelaksanaan KMD di pesantren Darunnajah Cipining, semoga menandai bahwa kepramukaan akan terus berjaya sebagai salah satu azas pendidikan jati diri bagi seorang santri. Bravo!!!(Wardan/Billah)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Keilmuan dan Keimanan, Kunci Mencapai Kebenaran

وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْأَرْضِ