
Matahari baru saja naik ketika barisan santri sudah rapi memenuhi lapangan bola Kampus 3, Sabtu, 22 Agustus 2026. Pukul setengah tujuh pagi, Apel Tahunan Pekan Olahraga, Seni, dan Pramuka resmi dibuka sebagai bagian dari rangkaian Khutbatul ‘Arsy. Seluruh santri dari kelas 1 hingga kelas 6 hadir, ditemani para guru dan wali santri yang datang lebih awal dari biasanya. Di balik derap langkah dan hentakan drum, tersimpan satu pesan sederhana: kebersamaan selalu dimulai dari kesediaan seseorang untuk hadir tepat waktu.
Apel tahunan ini menjadi momentum mengenang perjalanan panjang lembaga yang berdiri sejak lahan pertamanya hanya beberapa meter persegi di Palmerah, Jakarta Barat. Ketika lahan itu tergusur, perjuangan berlanjut ke area seluas lima hektare di Ulujami, Jakarta Selatan, sebelum akhirnya cabang Cipining dibuka pada 1988. Kini Darunnajah mengelola lahan wakaf yang tersebar di 23 cabang, dengan jenjang pendidikan mulai taman kanak-kanak hingga universitas. Sejarah itu dibacakan kembali di hadapan santri sebagai pengingat bahwa perkembangan hari ini lahir dari keikhlasan para wakif dan pendiri.



Pembina upacara pagi itu, Al Ustadz Assoc. Prof. Dr. H. Musthafa Zahir, Lc., M.A. Wakil Pengasuh Pesantren Darunnajah 2 Cipining, menempatkan apel sebagai ruang belajar, bukan seremoni tahunan semata. Ia menegaskan bahwa memahami pesantren jauh lebih penting daripada sekadar tinggal di dalamnya, dan kewajiban itu berlaku bagi santri, guru, wali santri, hingga masyarakat sekitar. Dalam apel, santri berlatih merancang kegiatan, mengelola organisasi, menyusun strategi, memimpin sekaligus dipimpin. Semuanya berlangsung tanpa banyak instruksi dari orang dewasa.
Hal yang paling ditekankan adalah siapa yang bekerja di balik layar. Dekorasi dan latar panggung berukuran besar merupakan karya santri, begitu pula lagu serta koreografi tari yang mengiringi acara. Penampilan lapangan dan formasi paskibra pun disiapkan sendiri oleh mereka. “Seluruh yang kita saksikan hari ini adalah karya santri: dari santri, oleh santri, untuk santri,” ujar Al Ustadz Assoc. Prof. Dr. H. Musthafa Zahir, Lc., M.A. dalam amanatnya.

Kerja keras itu berjalan seiring dengan capaian di ruang kelas. Pada Semester Genap Tahun Ajaran 2025–2026, sebanyak 43 santri meraih predikat Mumtaz, sebutan bagi peraih nilai tertinggi dengan rata-rata di atas 85. Mereka tersebar merata dari kelas 1 hingga kelas 5 serta kelas Intensif, terdiri atas 21 santri putra dan 22 santri putri. Nilai rata-rata tertinggi diraih Jasmine Mumtazah dari kelas 1D TMI Putri dengan angka 90,59, satu-satunya yang menembus batas 90 pada semester tersebut.
Panitia mencatat kesiapan acara telah mencapai 90 persen pada sore hari menjelang pelaksanaan, sebuah capaian yang terbilang cepat untuk agenda berskala besar yang baru pertama kali digelar dalam format seperti ini. Tantangan terbesar justru datang dari dalam diri masing-masing orang, yakni kesediaan menurunkan ego pribadi agar mau mengambil peran kecil demi hasil yang besar. Perlahan tantangan itu terjawab. Santri, guru muda yang belum berkeluarga, hingga guru yang telah berkeluarga sama-sama turun tangan sejak persiapan awal.

Sejumlah tokoh turut hadir dan mengambil peran dalam jalannya kegiatan:
- Al Ustadz Hasyim Sya’ban, S.Pd.I. — perwakilan Darunnajah Pusat
- Al Ustadz K.H. Abdul Aziz, S.Ag. — perwakilan Darunnajah Pusat
- Al Ustadz Ridha Makky, M.Pd. — Wakil Pengasuh Pesantren
- Al Ustadz Nasikhun Sugik, S.E., M.M. — Wakil Pengasuh Pesantren
Dalam amanatnya, Al Ustadz Assoc. Prof. Dr. H. Musthafa Zahir, Lc., M.A. menjelaskan bahwa santri dibekali lima daya sepanjang proses pendidikan: daya dorong, daya juang, daya tahan, daya suai, dan daya kreasi. Bekal itu dilengkapi latihan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skill, agar santri terbiasa menganalisis sebelum mengambil keputusan. Pendekatan deep learning telah lama diterapkan supaya santri tumbuh menjadi pribadi utuh saat kelak berjuang di tengah masyarakat. Pendidikan semacam ini menuntut kesabaran, sebab hasilnya baru terlihat bertahun-tahun kemudian.



Rasa syukur atas perkembangan pesantren, menurutnya, perlu diterjemahkan ke dalam tindakan nyata. “Syukur kita harus diwujudkan dengan kerja lebih keras, kerja lebih ikhlas, dan kerja lebih cerdas,” katanya di hadapan seluruh peserta apel. Pesan itu ditutup dengan ajakan kepada santri untuk berkarya, karena manusia pada akhirnya dinilai dari manfaat yang ia hasilkan. Di lapangan pagi itu, ajakan tersebut terasa dekat dengan kenyataan yang baru saja mereka kerjakan sendiri.
Suasana berlangsung lancar dan terkondisi hingga akhir. Wali santri terlihat antusias menyaksikan rangkaian penampilan, sebagian sibuk mencari posisi terbaik untuk memotret putra dan putri mereka yang tampil di tengah lapangan. Panitia menilai seluruh pihak terlibat secara aktif, dan tercatat peningkatan signifikan pada aspek persiapan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Momentum ini rencananya dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan positif, termasuk rangkaian perlombaan yang akan digelar di lingkungan pesantren.


Bagi para santri, pekan yang baru saja dibuka adalah ruang membuktikan diri di bidang olahraga, seni, dan kepramukaan. Bagi wali santri dan masyarakat, agenda ini terbuka untuk disaksikan dan didukung secara langsung. Ikuti rangkaian kegiatan berikutnya, hadirkan dukungan bagi anak-anak yang sedang berlatih menjadi pribadi tangguh, dan jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa hal-hal besar selalu dimulai dari kesediaan bangun lebih pagi.
Daftar Santri Berpredikat Mumtaz Semester Genap 2025–2026
| No | Nama | Kelas | Nilai |
| 1 | Jasmine Mumtazah | 1D TMI Putri | 90,59 |
| 2 | Nur Ibrahim Akbar | 5A TMI Putra | 89,26 |
| 3 | Salimatul Jamilah | 5C TMI Putri | 89,14 |
| 4 | Carissa Adila Husna | 3B TMI Putri | 89,02 |
| 5 | Muhammad Radhika Maulana Saputra | 2A TMI Putra | 88,95 |
| 6 | El Nino Pratama | 3B TMI Putra | 88,89 |
| 7 | Abdul Hayat Hanan | Intensif A Putra | 88,88 |
| 8 | Annora Hasna Khalida | 1A TMI Putri | 88,83 |
| 9 | Annisa Raniah Zalfa | 4A TMI Putri | 88,54 |
| 10 | Fiany Syarifa Salsabillah | 5A TMI Putri | 88,44 |
| 11 | Alika Nur Aulia | 3C TMI Putri | 88,38 |
| 12 | Shofia Althafunnisa | 4A TMI Putri | 88,38 |
| 13 | Reyfan Soleh Nuryakubi | 2E TMI Putra | 88,37 |
| 14 | Pais Purnalubawi | 2D TMI Putra | 88,22 |
| 15 | Zaidan Syarif Alabqory | 1C TMI Putra | 87,83 |
| 16 | Jasmine Mumtaz Nurromansyah | 3A TMI Putri | 87,80 |
| 17 | M. Sayid Husain | 2A TMI Putra | 87,74 |
| 18 | Fathul Mubin | 5C TMI Putra | 87,67 |
| 19 | Khansa Khadeeja Ma’ruf | 3A TMI Putri | 87,68 |
| 20 | Qonita Intan Ndats Bako | 1E TMI Putri | 87,64 |
| 21 | Nabiha Khansa Asahy | Intensif A Putri | 87,54 |
| 22 | Tubagus Albyandra Dhyasakha | 1E TMI Putra | 87,21 |
| 23 | Yasmin Khairunnisa | 3A TMI Putri | 87,14 |
| 24 | Muhammad Fathoni | 2B TMI Putra | 87,12 |
| 25 | Muhammad Khaleef Rizki Permana | 2C TMI Putra | 87,08 |
| 26 | Felisa Aghnacattleya Maisha | 1A TMI Putri | 86,89 |
| 27 | Siti Elisa | 2F TMI Putri | 86,84 |
| 28 | Muhammad Ilyas | 1E TMI Putra | 86,84 |
| 29 | Muhammad Galang Zuhdi | 2D TMI Putra | 86,75 |
| 30 | Mikaila Uhibbuki Fillah Utama | 1A TMI Putri | 86,55 |
| 31 | Saffa Anindya Syakira | 1E TMI Putri | 86,39 |
| 32 | M. Syahril Junaedi | 2C TMI Putra | 86,37 |
| 33 | Zahwan Muhammad Lamia | 1C TMI Putra | 86,30 |
| 34 | Tb Abyazka Shahzadha | 3D TMI Putra | 85,90 |
| 35 | Amira Isnindia Farizal | 2C TMI Putri | 85,87 |
| 36 | Keisya Prameswari Amaro | 1A TMI Putri | 85,86 |
| 37 | Almira Dewi Azalia | 5D TMI Putri | 85,84 |
| 38 | Muhammad Bintang Pratama | 1D TMI Putra | 85,80 |
| 39 | Muhammad Rafa El Ghozy | 5B TMI Putra | 85,55 |
| 40 | Rizqi Muhammad Nauval | Intensif A Putra | 85,55 |
| 41 | Nur Khairunnisah Kamilah | 4A TMI Putri | 85,21 |
| 42 | Azalea Khaliqa Dzahin | 1C TMI Putri | 85,06 |
