Apa Yang Baru Dalam Porseka Ke 24?

Pekan Olah Raga Seni dan Pramuka (PORSEKA) merupakan agenda rutin yang dilaksanakan di awal tahun pelajaran. Beberapa kegiatan yang terangkum dalam PORSEKA antara lain; Apel Tahunan sebagai tanda dimulainya seluruh aktifitas kepesantrenan, khutbatul Arsy (penyampaian sejarah, visi dan misi pesantren), aneka lomba olah raga dan seni, serta Jambore dan Raimuna (Jamrana). Setiap dua tahun sekali juga digelar perlombaan Pramuka se-Jawa dan Madura  dalam bingkai Gladi Tangkas Medan (GTM).

Porseka; Gali Potensi, Raih Prestasi!

Porseka pada 21-27 Juli 2011 merupakan kali ke 24 karena annual agenda ini sudah mulai dilangsungkan sejak awal berdirinya pesantren pada 18 Juli 1988 lalu. Pada event yang tampak meriah dengan hadirnya santri baru yang mencapai dua kali lipat tersebut, terdapat beberapa hal baru yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan.

Buka Porseka Dengan Takbir & Melepas Dua Merpati

Pertama, tampilnya ust. Faruq Abshari, S.Pd.I (Kepala Biro Pendidikan) sebagai Pembina upacara. Selama ini posisi Pembina Upacara selalu diisi oleh pimpinan pesantren, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. Reposisi ini akan mejadi wahana pemberdayaan dan peningkatan SDM para kepala Biro lainnya, terutama biro-biro yang lansung terkait dengan proses pendidikan dan pengasuhan santri. Ust. Faruq dalam amanatnya menyampaikan agar seluruh peserta PORSEKA ambil bagian dalam setiap kegiatan dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan tuntas.

Adapun KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc menyampaikan apresiasi dan arahannya dalam sambutan pimpinan pesantren. “Saya salut dengan anak-anak, walaupun lapangan ini becek karena hujan kemaren sore, namun anak-anak tetap bersemangat!” ungkap kyai asal Kendal yang disambut dengan tepuk-tangan para hadirin. Suami Hj. Rahmah Manaf Mukhayyar ini juga berharap agar PORSEKA tahun ini lebih baik dari sisi pelaksanaan Apel Tahunannya dan pelaksanaan setiap event perlombaan olah raga dan seninya.  Aneka lomba dalam PORSEKA juga dimaksudkan sebagai persiapan mengikuti perlombaan di luar pesantren. Beliau juga mengingatkan agar para santri non asrama tidak boleh kalah dengan santri asrama dan mereka pasti mampu berprestasi jika dibina dengan baik.

" Salut Untuk Anak-Anak, Walaupun Becek Tetap Semangat!"

Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor yang diwakili H. Dede Rahmat, M.M selaku Kasi Pendidikan Dasar dan Menengah Kabupaten Bogor menjadi point baru kedua. Mengingat selama ini tamu yang diundang dominan dari unsur  kementrian agama, DPRD serta KWARCAB,KWARDA DAN KWARNAS. Beliau tampak tidak bisa menyembunyikan kekagumannya dengan adanya mutiara-mutiara terpendam dalam PORSEKA. “Baru pertama kali saya menyaksikan pembukaan PORSEKA, padahal ini adalah yang ke dua puluh empat. Sementara yang ada selama ini di tingkat daerah dan nasional baru Porseni atau Porsebud!”. Beliau juga berharap agar PORSEKA ini akan  menjadi model PORSEKA di tingkat kabupaten, propinsi bahkan nasional.

Hadir pula sebagai tamu undangan dan menyampaikan sambutan Kasi Mapenda yang diwakili oleh Pengawas Pendidikan Islam Kabupaten Bogor,Drs. H. Hanafi, M.Pd. Pengawas yang ditugaskan di kecamatan Cigudeg dan Cibung Bulang ini bangga dengan  pesantren Darunnajah yang mampu menyelenggarakan pendidikan dalam bebragai aspek. Karena, menurut beliau, para santri hari ini akan menjadi pioner pemimpin masyarakat masa depan dengan problematika yang lebih kompleks. Beliau juga menyinggung pentingnya pendidikan santri dengan pelatihan kekuatan, ketepatan dan kecepatan sebagaimana yang disimbolkan oleh Rasulullah dengan pelatihan berenang, memanah dan berkuda.

" Banyak Mutiara Terpendam Dalam Porseka!"

Point baru ketiga adalah rangkaian mata acara yang disampaikan dalam 3 Bahasa (Arab, Inggris dan Indonesia). Tampil sebagai MC ananda Nurmala (santri kelas VI TMI/XII MA) dan Ayu Febriyanti (santri kelas V TMI/XI MA). Terkait hal ini, dalam sambutannya Bapak Dede Rahmat, M.M juga mengapresiasi penggunaan 2 bahasa asing tersebut. Beliau menjelaskan bahwa Basic dari setiap kegiatan adalah bahasa, jika tingkat bahasanya rendah juga akan berakibat pada rendahnya tingkat kegiatan. Beliau kemudian mencontohkan lemahnya bahasa Arab dan inggris yang dikuasai sebagian TKI di luar negri.

"Didiklah Santri Dengan Pelatihan Kekuatan, Ketepatan dan Kecepatan!"

Dari sisi atraksi dan kreasi santri juga ditampilkan satu hal baru yaitu PERSADA ( Persatuan Senam Darunnajah). Gerakan-gerakan salto nan aktraktif, lompatan-lompatan indah yang memerlukan kelenturan tubuh tak pelak membuat para hadirin bertepuk tangan seru. Penampilan-penampilan lain yang juga tidak kalah seru adalah Drum Band Putri, Pasukan Khusus Pramuka Putra-Putri, Paukan Inti Pencak Silat Darummajah, dan Drama Musikal. SELAMAT BERTANDING, GALI POTENSI, RAIH PRESTASI.(WARDAN/Mr.MIM).

Persatuan Senam Darunnajah; Latihan Kelenturan Dan Keseimbangan