Terkadang Kita mendengar ada sebuah ungkapan yang berbunyi; Hidup adalah Perjuangan, Hidup adalah Pengorbanan, Hidup adalah Cinta, Hidup adalah Kerja Keras, Hidup adalah Pengabdian, dan lain-lain. Maka marilah sejenak kita merenung dan mudzakarah apa sebenarnya maksud dan tujuan dari pada hidup dan kehidupan kita di dunia ini.

Allah swt telah berfirman di dalam Al-quran;

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

- Advertisement-

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS Adz-Dzariyat: 56)

Menurut pesan yang terkandung dalam Surat Adz-Dzariyat ayat 56 bahwa Maksud dan tujuan Allah swt menciptakan kita di dunia ini adalah untuk beribadah hanya kepada-Nya.

Setidaknya kalau kita mmebaca buku-buku khazanah ke-Islaman, akan ditemukan pemaknaan ibadah secara global yang dibedakan menjadi dua. Ada yang disebut dengan Ibadah Mahdhah dan ada yang disebut Ibadah Ghairu Mahdhah. Ibadah Mahdhah adalah ibadah yang tata cara pelaksanaannya, sisi waktu dan tempatnya sudah ditentukan maka tidak perlu penambahan dan pengurangan. Contohnya adalah Ibadah Sholat, maka tidak di benarkan dalam Ibadah Sholat kita menambahkan atau mengurangi dengan ijtihad kita sendiri.

Dahulu beberapa tahun yang lalu, pernah di Jawa Timur geger karena ada seorang muslim yang “berijtihad” agar shalatnya lebih terasa  dengan memahami apa maksudnya, maka dia coba terjemahkan dengan menggunakan bahasa jawa. Tentu ini adalah sebuah pemikiran yang kelihatannya indah, namun sesat. Karena Shalat adalah Ibadah Mahdhah, atau dengan istilah lain seringkali diistilahkan dengan istilah Tauqifiyyah (sesuatu yang berhenti; tidak perlu ada penambahan dan pengurangan).

Masid Samping2Yang kedua adalah Ibadah Ghairu Mahdhah, yang berarti pelaksanaan dari ibadah ini sangat luas dari sisi waktunya, tempatnya dan kaifiyahnya diberikan keleluasaan namun maksud dan tujuan dari ibadah tersebut tidak keluar dari syariat. Sebagai contoh adalah Thalabul Ilmi (menuntut Ilmu). Dahulu di zaman Nabi dan Sahabat seperti yang kit abaca di buku-buku sejarah tidak ada lembaga-lembaga pendidikan seperti kita sekarang. Mereka belajar di masjid, kadang-kadang di pasar dan dimanapun. Namun kemudian ada keinginan untuk merapikan pelaksanaan menuntut ilmu, maka muncul seperti kita sekarang ada sekolahan (madrasah), ada perguruan tinggi (jami’ah) dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya.

Kenapa kita perlu terus menerus mengingat pentingnya ibadah ini? Karena kita sesungguhnya akan melewati empat episode kehidupan. Dan masing-masing episode memiliki kekhususan; yang pertama adalah episode kehidupan Alam Rahim, yang pada umumnya selama Sembilan bulan sepuluh hari. Sebuah perjuangan seorang ibu yang Allah gambarkan didalam al-Quran “wahnan ‘ala wahnin”, kita tidak merasakan bagaimana beratnya seorang ibu yang melahirkan dalam keadaan berat dan bertambah berat. Bahkan di dalam proses melahirkan ada empat macam kemungkinan; (1) Sang Ibu melahirkan dengan Selamat dan Sang Bayi Selamat; Alhamdulillah. (2) Ibunya selamat sementara bayinya tidak selamat; (jika orangtuanya sabar), maka akan menjadi simpanan di surga. (3) Anaknya selamat namun ibunya yang melahirkan meninggal dunia; ia di kategorikan syahid di dunia. (4) atau yang ke empat, kedua-duanya meninggal dunia.

Kita masuk pada episode kedua yang sedang kita jalani sekarang ini, yaitu kehidupan dunia. Dalam sebuah hadits Rasulullah saw sudah memprediksikan usia umatnya ini rata-rata adalah diantara enam pulh dan tujuh puluh tahun saja. Berbeda dengan zamannnya nabi-nabi terdahulu yang usianya sampai ratusan bahkan ribuan tahun. Maka arti penting kehiduan yang perlu kita pelajari adalah dengan mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya.

Allah swt telah berfirman;

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

“ …berbekallah, dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa….” (QS Al-Baqarah: 197)

Kehidupan di dunia inilah yang akan menentukan nasib kita di kehidupan yang sesungguhnya; alam akhirat.

Sebagai analogi, saat kita diberikan kesempatan untuk berkunjung ke negeri Amerika. Ketika kita ingin berbelanja disana, maka uang kita yang bernama rupiah, suka-tidak suka harus di tukar dengan uang dolar. Ketika kita ingin melaksanakan ibadah haji di Saudi Arabia, untuk memenuhi kebutuhan kita, rela-tidak rela mata uang rupiah kita harus di tukar dengan yang namanya Real. Ketika kita berkunjung ke negeri tetangga kita Malaysia, maka rupiah suka-tidak suka kita tukarkan dengan ringgit. Maka hal penting adalah kalau di dunia saja kita berpindah antar Negara uang kita harus kita tukar dengan uang Negara tersebut, maka bagaimana ketika kita hijrah dari alam dunia kea lam barzah dan alam akhirat kelak.

Maka apa yang bisa kita bawa ke alam akhirat sebagai perbekalan? Semua amal ibadah dan perbuatan baik kita serta nilai ketaqwaanlah yang akan menjadi “mata uang” satu satunya yang bisa kita gunakan sebagai bekal untuk menuju ke negeri Surga. Dengan demikian mudah-mudahan pada saatnya Allah swt memanggil, kita telah memiliki bekal yang cukup. Dan alangkah ruginya betapa nestapa nasib manusia datang ke negeri akhirat tanpa membawa perbekalan berupa nilai ibadah dan ketaqwaan.

Marilah bersama-sama kita terus menerus mengingatkan dan meningkatkan ibdadah, baik itu ibadah Mahdhah maupun ibadah Ghairu Mahdhah. [WARDAN/@abuadara]

==========================

Disampaikan oleh Ust Mukhlisin, S.H.I pada Talim Bakda Ashar di Masjid Jamik Darunnajah Cipining, 31 Januari 2013.

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor menyelenggarakan pendidikan Pesantren Modern untuk santri putra dan putri mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, MTs (Tsanawiyah), MA (Aliyah), SMP, SMA, SMK sampai Perguruan Tinggi. Pesantren ini memadukan kurikulum Pondok Modern Gontor, Nasional dan Salaf. Darunnajah Cipining menyediakan banyak beasiswa untuk santri berprestasi dan santri tahfidz Al-Qur'an. Kegiatan santri antara lain: Shalat berjamaah 5 waktu, mengaji Al-Qur'an, menghafal Al-Qur'an (tahfidz), percakapan bahasa arab dan inggris, latihan organisasi, latihan pidato, olah raga, dan kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, silat, jurnalistik, drum band, dll. Kampus Darunnajah Cipining berada di atas lahan seluas 170 hektare, di Cigudeg Bogor Jawa Barat. Dengan pemandangan alamnya yang sangat indah pesantren ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti mini market, asrama, koperasi, guest house (penginapan), lapangan olahraga, sekolah, perkantoran, laboratorium, komputer, internet, dll.