Minggu terakhir sebelum anak berangkat mondok bisa terasa campur aduk — antara semangat, cemas, dan haru. Daripada menghabiskannya dengan panik mengurus ini-itu, lebih baik mengisinya dengan persiapan yang tenang dan bermakna.
Apa yang perlu dilakukan?
Cek ulang semua barang bawaan — pastikan sesuai daftar yang diberikan pesantren. Labeli semua pakaian dan perlengkapan dengan nama anak. Siapkan obat-obatan pribadi kalau ada. Dan pastikan semua dokumen pendaftaran sudah lengkap.
Di luar urusan teknis, luangkan waktu bersama anak. Makan bersama di restoran favorit. Jalan-jalan ke tempat yang disukai. Ngobrol santai tentang hal-hal yang menyenangkan — bukan hanya soal pesantren. Momen-momen ini akan menjadi kenangan yang dibawa anak saat di asrama.
Dan satu hal yang sering terlewat — siapkan mental sendiri sebagai keluarga. Berpisah dengan anak untuk pertama kalinya tidak mudah. Wajar kalau merasa berat. Tapi menunjukkan ketenangan di depan anak sangat membantu — karena anak membaca emosi orang di sekitarnya.
Apa yang sebaiknya dihindari?
Jangan membuat suasana terlalu dramatis. Jangan menangis berlebihan di depan anak. Jangan memberikan pesan-pesan yang menakutkan. Dan jangan berjanji hal-hal yang belum tentu bisa ditepati — seperti akan jemput setiap minggu kalau memang tidak memungkinkan.
Buat suasana sealami mungkin. Anak yang berangkat dengan perasaan tenang biasanya lebih mudah beradaptasi di hari-hari pertama.
Salah satu pesantren di Bogor
Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining biasanya memberikan panduan persiapan bagi keluarga santri baru. Kalau ada pertanyaan tentang apa yang perlu disiapkan, hubungi lewat WhatsApp 0812111180.