Pertengahan bulan Oktober ini Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor kembali menjadi tuan rumah sekaligus destinasi rombongan silaturrahmi. Tepatnya pada Sabtu – Ahad, 13 – 14 Oktober 2018 telah datang rombongan guru dan santri Pondok Pesantren Diniyah Muara Bungo Jambi yang berjumlah 78 orang: 6 guru dan 72 santri terdiri dari 20 santriwan dan 52 santriwati.
Agenda yang bertajuk Open Mind Trip ini diikuti oleh para santri kelas 4 KMI/TMI setara dengan 10 MA/SMK dan mengunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur, Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta dan Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor.
Rombongan tiba di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor pukul 23.00 wib sabtu malam dilanjutkan dengan makan malam dan istirahat. Pagi hari, mereka mengikuti Sholat Shubuh berjamaah serta menyimak ta’lim pagi dan dilanjutkan dengan sharing bersama pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC). selanjutnya mereka keliling lingkungan pesantren dan diteruskan dengan MCK.
tepat pukul 08.00 wib mereka te
lah siap di aula kampus tiga. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc, Pengawas Pesantren, ustadz Drs. Abdul Rasyid, Kepala Biro Pengasuhan Santri, ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I, Delegasi Al Azhar Mesir, Syekh Ahmad Ishaam Abdul Jayyid At Tamadiy, Mabikori, ustadz Ahmad Dimyati, S.Pd.I, M.T, juga para Kepala Asrama dan beberapa Kepala Bagian serta beberapa Pengurus OSDC.
adalah ustadz H. Ahmad Tamrin selaku Kepala Rombongan menyampaikan sambutannya: “Alhamdulillah, kunjungan ini seperti mimpi yang jadi kenyataan karena sudah lama kami ingin para santri melihat langsung pesantren ini. Komunikasi dan kerjasama antara Pesantren Diniyah Muara Bungo Jambi dengan Darunnajah Cipining sudah terjalin puluhan tahun maka dengan kunjungan ini diharapkan akan semakin memperkuat ikatan batin kedua lembaga!”.
Ustadz Tamrin yang notabene wali santri dari Muhammad Muflih (santri kelas 5 TMI Darunnajah Cipining) juga menceritakan bahwa para santri telah berkunjung keMonas Jakartaa: “Kata orang daerah, kalau ke Jakarta tetapi belum berkunjung ke Monumen Nasional (MONAS) maka dianggap belum ke Jakarta!” hadirin tampak senyum-senyum mengiyakan.
Adapun Kiai Jamhari dalam sambutannya banyak mengulas visa Darunnajah Cipining yang terangkum dalam kata IMAMA yakni Imam/Pemimpin, Muttaqin/Orang yang bertaqwa, ‘Aalim/Cendekiawan, Muballigh/Dai, ‘Aamil/terampil mengamalkan ilmunya.
Dalam kesempatan itu juga disampaikan beberapa nasehat dari Syekh Ahmad Ishaam At Tamadiy sebelum memimpin do’a. Pencerahan yang diintisarikan oleh ustadz Muhlisin antara lain bahwa Al Azhar senantiasa menjaga wasathiyah dengan mengajarkan para mahasiswa semua madzhab aqidah dan fiqih sehingga para Azhariy (lulusan Al Azhar) senantiasa memiliki mahabbah kepada saudara-saudara muslim. Juga Al Azhar senantiasa menjaga dan membela kemulian Islam, Rasulullah, para sahabat Rasulullah dari serangan para musuh Islam baik dari kalangan dalam maupun luar kaum muslimin.
Pertemuan disempurnakan dengan sesi sharing dan perfotoan bersama. Rombongan meninggalkan Darunnajah Cipining pada pukul 13.00 wib setelah sebelumnya sholat Dhuhur dan makan siang. Selanjutnya mereka akan menuju Pondok Pesantren Diniyah di Lampung dan kembali ke Muara Bungo Jambi. (wardan/ mr. mim).