Anak Sulit Menghafal

Darunnajah Kindergarten, 09/06

Ketika anak sukar menghafal, sebagai orangtua tentunya Anda takut anak “tertinggal” di kelas. Bantu anak untuk mengejarnya dengan metode paling tepat, yuk.

Ketika anak dihadapkan pada sesuatu yang abstrak, ia akan berusaha mengenalinya (recognition ), lalu memasukannya ke dalam memori. Prosesnya mungkin sukar karena proses pengenalan yang tidak tepat (salah konsep). Jadi, boro-boro  menghafal, mengenali sesuatu saja anak tidak bisa. Dengan kata lain, anak kurang bisa memahami konsep besar yang sedang dihadapinya.

Penyebab lainnya berkaitan dengan atensi sehingga anak tidak memfokuskan pikiran pada objek yang seharusnya dia bentuk. Bisa saja karena konsentrasinya terbatas. Padahal untuk menghafal sebuah materi, konsentrasi dan atensi saling berhubungan erat.

Kemampuan organisasi yang terbatas juga bisa memengaruhi kemampuan menghafal. “Belum terbiasa atau masih sangat muda sehingga pemikiran anak dalam menyusun ingatan secara sistematis masih sangat terbatas.Ketiga penyebab tadi bisa terjadi karena adanya keterlambatan perkembangan sehingga proses belajar terhambat

Bukan Berarti Bodoh

Orangtua tidak perlu malu atau merasa disusahkan jika anak sulit menghafal. Sulit menghafal merupakan hal yang wajar terjadi pada anak-anak. “Orang dewasa juga enggak semuanya bisa menghafal, kok.”

Ketika orangtua mendampingi anak untuk membantu masalah ini, ingatlah bahwa tidak semua pelajaran harus dihafal. Beberapa materi bisa saja cukup diketahui garis besarnya. Ketika anak masih sulit menghafal padahal sudah diberikan bantuan, orangtua sekali lagi harus ingat bahwa kemampuan anak tak sama rata. Ada yang memang lemah di hafalan, namun kuat di pelajaran berhitung, misalnya. Jadi, jangan pernah mengecap anak bodoh karena tidak maksimal ketika menghafal. Orangtua harus sabar dan bekerjasama dengan anak menangani atau mengantisipasi hal ini dengan cara:

– Orangtua mengajak anak untuk rajin  rehearsal (mengulang) pelajarannya.

– Jangan melakukan pembiaran pada proses belajar anak yang salah. Misalnya, membiarkan anak belajar di depan televisi. Jika anak bersikukuh mampu berkonsentrasi saat belajar di depan televisi, beri kesempatan untuk membuktikan melalui nilai-nilainya. Jika ternyata nilainya malah stagnan atau menurun, pindahkan ruang belajar ke tempat yang tidak memecah konsentrasinya.

– Jangan memaklumi kelemahan anak dan tidak melakukan apapun untuk mengatasi kelemahannya. Anda harus membantunya!

– Jangan membandingkan anak Anda dengan anak lain.

– Kembangkan bakat anak di bidang lain agar ia tidak merasa rendah diri.

– Masukkan anak ke sekolah yang tidak semata-mata mementingkan hafalan. Dan, pilahlah materi hafalan dan materi yang cukup dipahami konsep besarnya.

Alternatif Penanganan

Agar kesulitan menghafal ini tidak berkelanjutan hingga anak dewasa, ada baiknya orangtua mengantisipasinya sejak awal. Caranya, coba perhatikan hal-hal di bawah ini.

– Harus membuat sesuatu yang dihafal (bahan hafalan) dekat dengan kehidupan anak. Misal, penjelasannya harus konkrit (bisa dilihat, diraba) agar anak bisa lebih cepat mengenali pola recognition-nya (objek, kata, kalimat, dan lain-lain).

– Melatih atensi dan konsentrasi anak dengan cara mendampingi anak ketika sedang belajar (terutama soal menghafal) dan memberikan ruang yang kondusif sehingga ia lebih fokus.

– Jika masalahnya  developmental delay atau keterlambatan perkembangan, gunakan pola “mengulang” sampai anak betul-betul hafal.

– Kenali gaya atau kebiasaan belajar anak. Apakah anak merupakan tipe  auditory (pendengar), visual, atau taktil kinestetik dengan cara meraba atau memegang (biasanya dilakukan pada anak disleksia), atau yang lain. Apapun gayanya, itu dapat membantu anak menghafal lebih cepat.

shareseriale tv