DNKindergarten, 08/10
Di mana-mana anak kalau minta sesuatu tak dituruti, biasanya menangis atau marah. Tapi kalau kemudian gara-gara nangis atau marah permintaannya jadi dituruti, maka anak akan tahu bahwa menangis atau marah adalah senjata untuk mendapatkan apa yang dia mau. Tentu saja dia akan mengulanginya terus.
Lain kali kalau anak menangis, santai saja menanggapinya, tak usah panik. Cukup peluk anak, tapi tetap tak diberikan apa yang dimintanya (kalau memang itu tak boleh). Yang penting konsisten, kalau sudah bilang tak boleh, ya jangan dibolehkan. Sebaliknya kalau sudah bilang boleh atau harus, ya lakukan. Lama-lama ia akan belajar dan jadi lebih mudah diatur, kalau Bunda juga jelas batas-batas aturannya seperti ini.
Karena anak tahu dengan menangis, dia akan mendapatkan apa pun yang dia mau, walaupun membuat orang tuanya jengkel. Yang bisa kita lakukan untuk menolong anak kita yang kelewat sensitif, pertama dengan mencoba berempati. Katakan bahwa kita mengerti perasaan tidak mampu atau kekecewaan atau apapun yang anak kita rasakan. Tapi jangan terjebak untuk menghiburnya terlalu lama. Setelah anak kita tenang dan dalam situasi yang menyenangkan, kita masuk ke langkah kedua, yaitu memberikan batasan-batasan. Misalnya kalau anak berhasil menahan tangisnya satu kali, diberi stiker yang ditempel di buku. Stiker-stiekr ini dikumpulkan sampai 3 (jangan banyak-banyak dulu) setelah itu, ia boleh mendapatkan atau melakukan hal yang disukainya. Sebaliknya bila ia tidak bisa menahan tangisnya, apa yang menjadi kesenangannya akan diambil. Misalnya tidak boleh nonton TV, atau tidak mendapat ice cream kala yang lain boleh makan ice cream. Langkah ketiga doronglah anak untuk berinisiatif. Misalnya jika ia minum, katakan dengan lembut, bahwa ia bisa mengambilnya sendiri. Setelah itu pujilah dia. Langkah keempat doronglah anak agar peka terhadap kemampuan dirinya sendiri untuk menghadapi hal yang membuatnya bete/kesal/sebal. Bantu dia untuk membuat segala sesuatunya jelas, tidak hanya membuat ia berkata, saya sedang sebal. Tapi sebalnya itu karena apa? Apakah karena tidak diajak bermain temannya, atau karena apa. Caranya dengan menceritakan bahwa kita juga pernah merasa sendiri, kecewa, sedih karena sesuatu hal. Anak yang sangat sensitif, biasanya sulit untuk menjelaskan hal yang menyebabkan dia rewel. Langkah kelima bantulah anak agar lebih fleksibel. Anak yang sangat sensitif biasanya tidak suka kejutan atau sesuatu yang diluar kebiasaan. Awali dengan small steps, perlahan-lahan, agar suatu saat nanti bias menjadi anak yang lebih independen.