Amaliyah Tadris sebagai Wadah Santri Akhir Menyebarkan Ilmu Amaliyah Tadris sebagai Wadah Santri Akhir Menyebarkan Ilmu

Amaliyah Tadris sebagai Wadah Santri Akhir dalam Menyebarkan Ilmu

Pondok Pesantren Darunnajah memiliki kurikulum yang berbeda yaitu kurikulim TMI (Tarbiyatul Muallimin wal Muallimat al-Islamiyah) yang berarti kurikulum dalam membentuk para pengajar yang berwawasan luas. Amaliyah Tadris merupakan praktek mengajar sesuai dengan kaidah pengajar yang baik. Kegiatan ini sebagai wujud nyata dalam penerapan kurikulum TMI. Kegiatan Amaliyah Tadris dilaksanakan oleh seluruh santri akhir TMI Darunnajah. 

Peran Amaliyah Tadris terhadap Santri Akhir

Menjelang kelulusan dari Pondok Pesantren Darunnajah, seluruh santri akhir dibekali pengalaman mengajar untuk masa khidmah mereka menyebarkan ilmu yang telah dipelajari di pondok. Praktek mengajar ini memiliki peran besar dalam melatih keterampilan santri dalam mengajar. 

Setiap pengajar dituntut untuk mengerti pelajaran yang mereka ajarkan kepada muridnya. Oleh karena itu, mereka selalu ingin belajar dan berlatih untuk menyebarkan ilmunya kepada orang lain. Setiap santri akhir memiliki kelompok mengajar sesuai pelajarannya. Materi yang diajarkan seperti Nahwu, Fiqh, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Mutholaah, dll. Memiliki ustadz dan ustadzah pembimbing guna mengarahkan bagaimana menjadi pengajar yang baik. Karena ini, santri akhir dilatih untuk selalu disiplin dalam mengajar agar tidak ada kekeliruan dalam mengajar materi yang nantinya akan menjadi suul jariyah baginya. Untuk menghindari hal tersebut, Para santri harus membuat persiapan mengajar yang nantinya akan diserahkan kepada pembimbing untuk dikoreksi. Ini menjadi upaya menghindari hal tersebut terjadi. 

Urgensi dalam Diri Santri Akhir

Guru adalah pekerjaan yang mulia. Mereka dengan ikhlas memberikan ilmunya kepada muridnya. Dan urgensi dalam diri santri akhir yaitu:

  1. Melatih Komunikasi

Menjadi guru wajib memiliki keberanian untuk berkomunikasi di depan murid banyak, Amaliyah Tadris sangat bermanfaat untuk melatih keberanian seorang pengajar berbicara di khalayak umum. Dengan pemilihan kosa kata yang baik dan edukatif, para murid tentunya akan mengerti pelajaran yang diajarkan dan pastinya menjadi bekal pahala bagi pengajarnya

  1. Sebagai Amal Jariyah 

Bukan hanya memberikan suatu pelajaran, tetapi InsyaAllah kita akan mendapat balasan berupa amal jariyah. Pahala dari ilmu yang disampaikan akan terus mengalir meskipun sang pengajar sudah wafat. Maka dari itu, seorang pengajar merupakan pekerjaan yang mulia. 

Kegiatan Amaliyah Tadris memiliki peran penting pada jiwa santri. Selain menambah wawasan, para santru dapat meningkatkan keterampilan komunikasi yang nantinya akan menjadi bekal di masa depan kelak.