Amaliyah Tadris Bagi Santri Niha’i

JAKARTA/dn.com – Santri Kelas VI Tarbiyatul Muallimin/at Al-Islamiyah (TMI) Darunnajah telah melaksanakan Amaliyah Tadris (Praktik Mengajar) yang merupakan kegiatan wajib Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta dan sebagai persyaratan kelulusan santri nihai/kelas akhir. Hal ini juga bertujuan untuk mendidik para santriwan dan santriwatinya bagaimana mengajar dan menjadi guru yang baik, dimana mereka kelak akan menjadi muballigh/muballighah di masyarakat. Diharapkan ketika terjun kemasyarakat mereka sudah punya pengalaman mengajar atau menyampaikan dakwahnya.

Praktik mengajar yang ada di Darunnajah ini bukan sekedar mengajar pada umumnya, namun disini lebih ditekankan penggunaan bahasa resmi Pondok, yaitu bahasa Arab dan Inggris. Karena ini merupakan salah satu sunnah pondok dan sebagai persyaratan kelulusan, maka seluruh santriwan-santriwati TMI Darunnajah diharuskan mengikutinya. sejumlah 173 santri putra dan putri mengawalinya dengan mengikuti pembekalan Amaliyah Tadris yang telah dilaksanakan selama tiga hari sejak hari Sabtu – Senin, 8 – 10 November 2008 yang bertempat di Aula SD Islam Darunnajah, dan dilanjutkan dengan bimbingan kepada masing-masing guru pembimbing.

Praktik mengajar/Amaliyah Tadris dilaksanakan tanggal 11 November yang merupakan praktik percontohan. Untuk Santri putra dilaksanakan di Gedung Indonesia Baru oleh Syahir Hadi, santriwan kelas VI MAK A, sedangkan santriwati di Gedung Rektorat oleh Nur Zulfa Sholihat, santriwati Kelas VI MAK B.

Pelaksanaan amaliyah tadris bagi santri nihai lainnya dilaksanakan hingga hari Senin, (17/11) yang terbagi menjadi 6 firqoh/kelompok dengan anggota masing-masing 7 – 8 santri dan mendapat bimbingan dari ustadz dan ustadzah dengan materi pelajaran yang telah dibagikan sejak pembekalan diantaranya yaitu Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Grammar, Muthola'ah, Aqidah, Imla', fiqih, mahfudhot, Nahwu, Khot, Tafsir dan Hadits.

Semoga kegiatan amaliyah tadris ini dapat mempersiapkan santri sebagai kader umat dan bangsa yang berguna di masyarakat kelak.