Amaliyah Tadris: Melatih Jiwa Guru Bagi Santri Kelas 6 TMI

Amaliyah Tadris: Melatih Jiwa Guru Bagi Santri Kelas 6 TMI

Amaliyah Tadris: Melatih Jiwa Guru Bagi Santri Kelas 6 TMI
Amaliyah Tadris: Melatih Jiwa Guru Bagi Santri Kelas 6 TMI

Sebanyak 126 santri putra kelas 6 TMI mengikuti program Amaliyah Tadris di aula Al-Ghozali Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Kegiatan ini dimulai dengan pembekalan selama enam hari yang menekankan pentingnya “jiwa guru sejati”dalam proses mendidik.

Amaliyah Tadris: Melatih Jiwa Guru Bagi Santri Kelas 6 TMI
Amaliyah Tadris: Melatih Jiwa Guru Bagi Santri Kelas 6 TMI

Acara inti Amaliyah Tadris dimulai pada tanggal 2 Februari dengan percontohan mengajar oleh Muhammad Hafiz Ramadhan dalam bahasa Arab dan Noor Aufa El-Hikam dalam bahasa Inggris. Selanjutnya, program praktik mengajar berlangsung selama 14 hari, dari 3 Februari hingga 22 Februari 2025.

Selama praktik mengajar, para santri menyampaikan berbagai mata pelajaran yang telah mereka kuasai seperti muthala’ah, imla’, nahwu, shorof, tafsir, dan fiqih. Beberapa santri tampil dengan metode ceramah klasik, sementara yang lain menerapkan diskusi interaktif dan menggunakan alat peraga untuk menciptakan suasana belajar yang lebih hidup.

Setelah praktik mengajar, para santri mengikuti proses Naqd At-Tadris atau seni mengoreksi pembelajaran. Dalam tahap ini, mereka belajar bagaimana memberikan kritik dengan adab, menasihati dengan kasih, dan membangun melalui kata-kata yang baik.

Program Amaliyah Tadris ini memberikan perspektif baru bagi para santri tentang profesi guru. Achmad Zaky, salah satu peserta program, mengungkapkan perasaannya, “Saya tidak menyangka mengajar bisa begitu menyentuh hati. Saat melihat adik-adik kelas memahami apa yang saya jelaskan, rasanya seperti mendapat hadiah terbesar.”

Amaliyah Tadris: Melatih Jiwa Guru Bagi Santri Kelas 6 TMI
Amaliyah Tadris: Melatih Jiwa Guru Bagi Santri Kelas 6 TMI

Amaliyah Tadris menanamkan kesadaran bahwa menjadi guru bukan sekadar profesi prestisius, melainkan amanah yang menuntut dedikasi, kerendahan hati, dan kesabaran. Para santri diingatkan bahwa guru adalah pewaris para nabi (waratsatul anbiya) dan menjadi bagian penting dalam estafet keilmuan Islam. Program ini juga menekankan pesan dari Syaikh Az-Zarnuji dalam kitab Ta’limul Muta’allim yang berbunyi, “Ilmu tidak akan bermanfaat tanpa adab, dan amal tidak akan diterima tanpa niat yang benar.”

Dengan demikian, Amaliyah Tadris selain mengasah kemampuan mengajar, juga membentuk karakter dan jiwa pendidik sejati pada diri para santri. Setelah menyelesaikan program ini, para santri kembali ke rutinitas harian mereka dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang makna menjadi seorang guru dan pentingnya pengabdian dalam dunia pendidikan.

Amaliyah Tadris: Melatih Jiwa Guru Bagi Santri Kelas 6 TMI
Amaliyah Tadris: Melatih Jiwa Guru Bagi Santri Kelas 6 TMI

Pendaftaran Santri Baru