Dalam acara Haflah Takharruj Darunnajah Cipining angkatan 22 (Clearista). Ahad (24/5) menjadi sebuah hari istimewa untuk salah satu santri yang mengikuti wisuda pada hari tersebut, adalah Muhammad Fariz Khaerul Fazri mendapatkan predikat Mumtaz (Istimewa) dengan nilai rata rata 87,60 dimana ia menjadi yang terbaik dari 153 santri.

Menjadi istimewa karena ia adalah santri yang mampu mendapat predikat Mumtaz sejak beberapa tahun terakhir di Pondok Pesantren Darunnajah Cipining. Berikut adalah biodata dan biografi Muhammad Fariz Khaerul Fazri serta pesan untuk adik kelasnya.

farisBIODATA

 

Nama                                      : Muhammad Fariz Khaerul Fazri

Tempat Tanggal Lahir         : Tangerang, 14 Maret 1997

Alamat                                    : Jl. Baitussa’adah Kp. Kadu Rt 04A/01 Ds. Kadu Curug-Tangerang

Agama                                    : Islam

Hobi                                       : Berorganisasi, menulis, pramuka

Motto Hidup                        : Menuju kata “SUKSES” membutuhkan “PROSES”

Riwayat Pendidikan           :

  1. MI Baitussa’adah tahun 2003 s/d 2009
  2. MTs Al-Husna Kadu tahun 2009/2012
  3. MA Darunnajah 2 Cipining 2012 s/d 2015

Pengalaman Berorganisasi    :

  1. Ketua OSIS MTs Al-Husna Kadu tahun 2011.
  2. Bagian Kesenian dan Kebudayaan IRMABAS (Ikatan Remaja Masjid Jami’ Baitussa’adah) tahun 2009 s/d 2012.
  3. Bagian Ibadah OSDC tahun 2013.
  4. Ketua OSDC tahun 2014.
  5. Ketua Konsulat Tangerang Pesantren Darunnajah 2 Cipining tahun 2013 s/d 2014.

Prestasi                                   :

  1. Juara Umum dan Lulusan Terbaik Angkatan ke-15 MTs Al-Husna Kadu tahun 2012 dengan predikat “Istimewa” Rata-rata nilai “90,66”
  2. Juara 1 IPTEK (Presentasi) tk. Nasional tahun 2013 di PM Darussalam Gontor.
  3. Juara 1 IPTEK (Presentasi) tk. Darunnajah Group tahun 2013 di Ponpes. Darunnajah Ulujami.
  4. Juara 1 Reporter tk. Darunnajah Goup tahun 2013 di Ponpes. Darunnajah Ulujami.
  5. Peserta pertukaran pelajar di Jepang tahun 2013 pada kegiatan JENESYS 2.0.
  6. Peserta Program English Learning Camp di Mahesa Institute Pare-Kediri Tahun 2014.
  7. Peserta KMD Terbaik di Darunnajah Group tahun 2014.
  8. Juara Umum dan Lulusan Terbaik Angkatan ke-22 Ponpes. Darunnajah Cipining tahun 2015 dengan predikat “Istimewa” Rata-rata nilai “87,60”
  9. Peringkat 1 kelas, sejak kelas 1 MI s/d kelas XII MA.

 

BIOGRAFI

            Muhammad Fariz Khaerul Fazri, Asal Tangerang lahir pada hari Jum’at, 14 Maret 1997. Dengan pekerjaan Ayah sebagai seorang tukang kayu dan Ibu sebagai Ibu rumah tangga. Ia adalah anak ke-4 dari 4 bersaudara dan ke-3 saudara kandungnya adalah perempuan. Karena lahir dari kalangan keluarga sederhana maka ia terbiasa hidup serba sederhana. Ia menempuh pendidikan Sekolah Dasar di MI Baitussa’adah tahun 2003 s/d tahun 2009. Keunikan yang ia miliki ketika masa kecilnya adalah berhasil meraih juara kelas sejak kelas 1 (Satu) MI s/d kelas akhir atau kelas 6 (enam) MI dan menjadi Juara umum kala itu. Dan mulai ikut serta berorganisasi pada usia 11 tahun pada organisasi pemuda Masjid di Daerahnya, ia dipercaya menjadi bagian Kesenian dan Kebudayaan pada organisasi yang dinamakan IRMABAS (Ikatan Remaja Masjid Baitussa’adah) itu dan secara intensiv di libatkan sebagai anggota pengurus Group Marawis Masjid Baitussa’adah sejak tahun 2008 s/d tahun 2012.

Fariz memiliki keinginan yang besar untuk melanjutkan pendidikannya ke Pondok Pesantren pasca lulus dari Sekolah Dasar tahun 2009.Namun, keinginannya tidak terpenuhi kala itu. karena tidak di perkenankan oleh Ibunya dengan alasan sebagai Anak terakhir dan Anak Laki-laki semata wayang di keluarganya. Ditakutkan tidak kerasan tinggal di tengah-tengah kerasnya hidup di Pondok Pesantren dan hanya menghabiskan biaya, karena lagi-lagi ia hanya terlahir dari kalangan keluarga sederhana yang pada saat itu kedua saudara perempuannya sama-sama sedang menempuh pendidikan di SLTA. Sehingga sang ibu harus bisa membagi-bagi ekonomi keluarga secara tepat untuk biaya pendidikan anaknya dan untuk biaya kehidupan sehari-hari.

Akhirnya dengan rela hati ia mengikhlaskan niat baiknya untuk tidak bersekolah di Pondok Pesantren saat itu. Walhasil,  ia melanjutkan pendidikan di sekolah swasta sederhana yang bernama MTs Al-Husna Kadu. dengan biaya pendidikan setiap bulannya hanya berkisar Rp. 45.000.00,- saat itu. Bagi Fariz dimanapun ia menuntut ilmu, ia akan tetap terus berjuang keras untuk mendapatkan ilmu yang abadi sebagai bekal kehidupan di masa yang akan datang. Karena kemampuan berorganisasi Fariz yang dinilai Mumpuni oleh pihak sekolah, akhirnya ia dipilih oleh pihak sekolah menjadi kandidat ketua OSIS dan akhirnya terpilih menjadi ketua OSIS di sekolahnya pada tahun 2011. Pada tahun yang sama untuk pertama kalinya ia sebagai ketua regu Pramuka berhasil membawa almamater sekolahnya sebagai juara umum Lomba Tingkat II di Kwartir Ranting Curug mengalahkan juara bertahan SMPN 1 Curug pada kegiatan itu. Dan untuk pertama kali pula MTs Al-Husna Kadu berhasil memberikan Prestasi kepada Kwartir Ranting Curug sebagai Juara III pada perhelatan Lomba Tingkat III yang di adakan oleh Kwartir Cabang Kab. Tangerang yang terdiri dari 29 Kwartir Ranting dimana Fariz sebagai Pimpinan Kontingen Kwartir Ranting Curug saat itu.

Pada tanggal 2 Juni 2012 bertepatan dengan hari perayaan Wisuda dan Pelepasan Siswa/i angkatan ke-15 MTs Al-Husna Kadu, Fariz berhasil menjadi juara umum dan lulusan terbaik sepanjang sejarah sekolah dengan predikat “Istimewa (Mumtaz)” mencapai nilai rata-rata akademik “90,66”. Sebelumnya ia pun selalu mendapat peringkat 1 (Satu) sejak kelas VII MTs s/d kelas IX MTs.

Pasca kelulusan, langkah awal yang ia tempuh adalah mengikuti Seleksi masuk kelas unggulan di sekolah favorit Provinsi Banten yaitu di MAN 2 Serang dan akhirnya ia dinyatakan lulus seleksi. Namun, lagi-lagi keinginan sekolahnya di MAN 2 Serang bersamaan dengan Pesantren di pondok salafi kembali tidak mendapatkan restu dari sang ibu. Dengan alasan sekolah dan asrama tempat ia tinggal berjarak cukup jauh dan itu cukup mengkhawatirkan hati sang ibu dengan beberapa faktor yang sulit untuk di jelaskan. Akhirnya ia kembali merelakan keinginannya demi mendapatkan restu dari sang ibu. Segala sesuatu tentang pendidikannya akhirnya ia serahkan penuh kepada keluarga.

Saat itu keadaan ekonomi keluarga Fariz mulai mendukung untuk dirinya melanjutkan Sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Karena kedua saudara perempuannya telah berkeluarga dan ikut membantu biaya pendidikannya. Selanjutnya ia memanfaatkan kesempatan untuk dapat sekolah di Pondok Pesantren yang Asrama dan Sekolahnya tidak jauh jaraknya agar sang Ibu dapat merestuinya. Setelah banyak mencari informasi tentang Pondok Pesantren, Akhirnya ia pun mendapatkan Informasi tentang Pondok Pesantren Darunnajah Cipining.

Segala bentuk Administrasi pendaftaran telah terselesaikan. Baik itu yang berkaitan dengan biaya pendidikan ataupun tentang data-data pendidikan. semisal ijazah dan lain sebagainya. Dan mulai mukim di Pondok Pesantren Darunnajah Cipining pada tanggal 15 Juli 2012. Ada keistimewaan pada dirinya menempuh pendidikan di Ponpes Darunnajah Cipining. Biasanya, untuk calon santri pindahan yang bukan berasal dari Pondok Pesantren yang berbasis sama dengan kurikulum Gontor. Terlebih dahulu diwajibkan belajar di kelas Intensiv sebelum lanjut ke Madrasah Aliah sebagai bagian dari proses penyesuaian. Namun, Fariz langsung diterima untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat Madrasah Aliah setelah lulus seleksi masuk Madrasah Aliah yang di pandu oleh Ust. Muhlisin ibn Muhtaram S.H.I sebagai penguji Bahasa Arab dan Ust. Nurrohim sebagai penguji Bahasa Inggris baik tes ujian secara lisan ataupun tulis. Ia mengikuti tes bersamaan dengan ketua OSDC tahun ini yaitu saudara Rezki Haris Ilhami dan 50 orang lainnya. Namun, hanya Fariz yang diterima langsung masuk ke Madrasah Aliah.

Awal pendidikannya di Pesantren cukup membanggakan. Karena Fariz masih terbilang awal untuk mengikuti pendidikan di Pesantren. Namun, ia langsung berhasil meraih peringkat 1 (Satu) semester gasal di kelas X A waktu itu. Namun, hanya mampu meraih nilai rata-rata 77,50 karena belum terbiasa mengikuti alur ujian di Pondok Pesantren. Karena kegemaran dirinya yang senang berorganisasi, akhirnya pada penutupan kegiatan OSDC bulan November 2013 ia dinobatkan sebagai salah satu pengurus terbaik dan berlanjut terpilih menjadi Ketua OSDC untuk periode tahun 2014. Dalam bidang kepramukaan di awal September 2013 ia terpilih menjadi duta pondok untuk kontingen “Macan Kampus” mengikuti perlombaan pada kegiatan LP3 26 di PM. Darussalam Gontor tingkat Nasional. Saat itu Kontingen mampu meraih 5 (Lima) Medali emas menghantarkan Darunnajah Cipining menempati posisi ke-5 (Lima) dari 57 kontingen lainnya dan salah satu medali berhasil di raih oleh Fariz pada mata perlombaan “Presentasi IPTEK” bersama saudara M. Fadzar Dzikriansyah.

Fariz oleh pihak pesantren dinilai mumpuni dalam berbahasa inggris. Akhirnya, pada awal Desember 2013 ia berkesempatan menjadi salah satu perwakilan pesantren menjadi Duta Indonesia mengikuti pertukaran pelajar di Jepang dalam acara JENESYS 2.0 (Japan-Asean-Oceanian Studend & Youth Exchange). Karena pengalaman Fariz dalam seni musik “Marawis”. Akhirnya, pada awal Maret 2014 ia mampu menghantarkan Group Marawis “Laskar An najwa” Menjadi juara 1 (Satu) pada acara Festival Marawis di Istora senayan tingkat Jabodetabek dan Banten.

Untuk menambah pengetahuan bahasa inggris. Pada akhir juni 2014 ia mengikuti program “English Learning Camp” di Mahesa Institute Pare-Kediri selama 2 (Dua) pekan di bawah bimbingan Ust. Saeful Hadi Scada S.Pd.I MT. Selanjutnya pada Bulan Oktober 2014 ia mengikuti KMD susulan yang di adakan oleh Yayasan Darunnajah Group di Ponpes. Darunnajah 14 Nurul Ilmi Serang-Banten. Ketika tahun 2013 ia berhalangan mengikuti kegiatan wajib ini karena persiapan JENESYS 2.0. sekitar ±500 peserta KMD tahun 2014 ia terpilih menjadi peserta terbaik saat itu.

Pada bulan November 2014 ia lengser dari jabatan ketua OSDC karena masa bhaktinya telah habis. Dan selanjutnya dihadapkan dengan padatnya kegiatan dan program kelas akhir semisal Fathul Kutub At-Turats, amaliah tadris, orientasi perguruan tinggi dan kemasyarakatan, try out, ujian praktik, UAS, UAMBN, UN (Nasioanal), UN (Niha’i), PDPM (Praktik Dakwah dan Pengembangan Masyarakat). Ia percaya bahwa segala bentuk penugasan dan kegiatan di pesantren keseluruhannya adalah pendidikan yang menjadi bekal bermanfaat untuk kehidupan dimasa yang akan datang. Oleh karena itu ia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan semangat yang tinggi.

Bertepatan dengan tanggal 24 Mei 2015 adalah perayaan Wisuda santri angkatan ke-22. Berkat kesungguhan dan kerja kerasnya selama ini, akhirnya ketika Direktur TMI Ust. Musthafa Kamal S.Pd.I, M.Ag mengumumkan hasil ujian niha’i, beliau menyatakan bahwa M. Fariz Khaerul Fazri berhasil lulus dengan mendapat predikat “Mumtaz (Istimewa)” dengan rata-rata nilai 87,60. Dimana ia mampu mencetak rekor sejarah pesantren selama ini yang belum pernah meluluskan Wisudawan/wisudawati dengan predikat “Mumtaz (Istimewa).

Selesailah sudah proses pendidikannya di Ponpes. Darunnajah Cipining. Tempat yang berhasil menempa dan membimbingnya menjadi lebih baik lagi. Ia berpesan kepada seluruh adik-adik kelas tercintanya agar tetap terus berusaha belajar dengan baik dan benar di Pesantren.Untuk meraih cita-cita yang diharapkan dan menghadapi tantangan Zaman di era modern ini. Belajar apapun itu, bukan hanya pengetahuan agama saja atau bukan hanya pengetahuan umum saja. Keduanya harus dipelajari secara seimbang agar menjadi manusia bermanfaat untuk orang lain didunia dan akhirat. Dan jangan sampai mengecewakan kedua orang tua. karena kedua orang tua dan keluarga adalah kunci terbesar kita meraih kesuksesan. Bukan karena harta mereka tapi karena keikhlasan mereka mendidik kita. Jadilah diri sendiri, jangan terpengaruh oleh lingkungan tapi jadilah pengaruh untuk lingkungan sekitar. Jangan menjadi pengikut tapi jadilah orang yang diikuti tentunya dalam hal kebaikan. Dimanapun kita belajar sama saja, tidak ada yang membedakannya. Hanya kesungguhan dan kerja keras kita lah yang dapat mewujudkan suatu perubahan yang lebih baik lagi pada diri kita khususnya dan umumnya untuk orang di sekitar kita. Ada satu kalimat yang ingin ia sampaikan kepada adik-adik kelasnya. “Bukanlah seorang pemuda yang mengatakan bahwa itu adalah bapak saya, tapi seorang pemuda adalah yang mengatakan inilah saya”.

Selamat dan sukses!!! (Abu.s)