Bagi alumni TMI Darunnajah Cpining angkatan tahun 2000-an barangkali kurang familiar dengan kata Aldacipta, atau bahkan mungkin tidak mengenalnya. Tetapi, justru Aldacipta itulah tonggak awal para alumni. Mereka adalah ‘alumni pesantren Darunnajah Cipining angkatan pertama.’ Jumlah mereka (yang lulus TMI) sebanyak 64 orang laki-laki. Betapapun, jumlah itu bisa membengkak menjadi hampir 200. Itulah jumlah santri kelas I TMI/MTs Darunnajah Cipining pada tahun 1988. Hal ini karena setiap santri yang pernah belajar selama sekurang-kurangnya 1 tahun berhak disebut alumni (dan bergabung dengan Ikatan Keluarga Pondok Pesantren Darunnajah Cipining – IKPDC).
Alumni yang tergabung dalam Aldacipta tercatat aktif mengadakan silaturrahim, baik di luar maupun di dalam kampus almamater. Bahkan selain Aldacipta, mereka juga memiliki wadah yang lebih informal, antara lain forum silaturrahim Aldacipta (Forsa) yang kini diketuai oleh Armiya Umar. Armiya adalah alumnus yang sukses berbisnis di wilayah Jakarta Pusat.
Forsa baru saja menggelar silaturrahim sekaligus bernostalgia ke almamater tercinta, Ahad, 17 Juni 2012. Gagasan acara bermula dari komunikasi melalui BBM dan facebook. Banyak yang berminat hadir, tetapi pada akhirnya terkumpullah 25 orang. Mereka datang ke Cipining pk 11.00 WIB. Hal yang pertama mereka lakukan adalah ‘napak tilas’ antara lain ke ‘rayon bawah.’ Tempat yang dulunya adalah asrama mereka berasrama saat duduk di tingkat Aliyah itu kini menjadi asrama TMI Putri.
Panitia penyambutan ustadz Sholeh Ahmad mengatakan kepada Wardan, seusai zhuhur peserta silaturrahim menuju kediaman pimpinan pesantren K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc. Rombongan diterima pukul 14.00. Acara dimulai dengan perkenalan ulang, mengingat ada beberapa alumni yang sudah sangat lama tidak (belum pernah) kelihatan sejak meninggalkan almamater, seperti Marzul Hindra, Candra Romantika, Firdaus, Agus Riyadi, dan Adriansyah. Perkenalan sekaligus menyampaikan update status (keluarga), domisili, dan aktifitas/kiprah masing-masing alumni.
Selanjutnya, pimpinan pesantren menyampaikan tentang perkembangan Darunnajah Cipining. “Alhamdulillah dua tahun terakhir ini jumlah santri (pendaftar) bertambah sangat tinggi, terlebih tahun ini,” jelas Pak Kyai. Beliau juga menerangkan bahwa pesantren tengah ‘mengejar’ penyelesaian pembangunan asrama santri Kampus 3, agar dapat dipergunakan awal tahun (Juli) mendatang. Kepada para alumni (yang kini rata-rata sudah eksis secara profesional dan di masyarakat) Pak Kyai berpesan agar terus berjuang melalui bidang profesi dan keahlian masing-masing.
Acara dilanjutkan dengan curhat, dialog, dan tanya jawab.
Di akhir pertemuan Forsa Aldacipta menyerahkan wakaf berupa 200 eksemplar mushaf al-Qur’an dan 20 gulung karpet masjid (+ 200 meter) kepada almamater. Wakaf diserahkan oleh ketuanya didampingi M. Ilyas Siddik, dan diterima oleh K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc. Selain itu ada pula alumni yang secara pribadi menyerahkan zakat maal.
Selepas Ashar diadakan sesi foto bersama, antara lain dengan pimpinan pesantren. Sebelum pulang, rombongan meninjau asrama Kampus 3, dipandu langsung oleh Pak Kiai. [WARDAN/Mufti].